Iklan RBTV

Pengamat Ekonomi: Penataan Kawasan Wisata dan Pasar Menjadi Jalan PAD Kota Bengkulu

Pengamat Ekonomi: Penataan Kawasan Wisata dan Pasar Menjadi Jalan PAD Kota Bengkulu

Pembangunan Pasar Barukoto yang dimulai Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi--

BENGKULU, RBTV.DISWAY.ID – Kinerja Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi yang sedang gencar melakukan penataan kawasan Pantai Panjang dan pasar di Kota Bengkulu, tidak sepenuhnya mendapat dukungan.

Niat dan tujuan bagus jangka panjang Walikota itu masih mendapat kritikan. Salah satunya dari pemilik akun TikTok @ahmadkhanifullahnurman dengan nama akun Ayah Muda.

Pemilik akun tersebut dalam unggahan videonya seperti tidak mendukung usaha Walikota dalam membersihkan dan menata kawasan wisata pantai dan pasar.

“Pak, ndak sampai kapan pulo bersihkan pantai panjang, beribut dengan pedagang, nyangkuli selokan. Apo idak bisa itu didelegasikan bae pak, ” unggahan pemilik akun dalam videonya.

BACA JUGA:Miris...! Program Makan Gratis di Kaur 'Hanya Dibungkus Plastik'

Unggahan pemilik akun itu mendapat respon dari pengamat sosial dan ekonomi Syaiful Anwar AB yang mengatakan penataan kedua lokasi itu hal yang sangat penting.

Syaiful menyatakan tidak ada yang salah dengan kedua hal itu, apalagi Pemkot Bengkulu tidak seperti Kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu yang memiliki sumber pendapatan dari sisi perkebunan dan pertambangan.

"Kota Bengkulu ini tidak sama dengan Kabupaten. untuk meningkatkan sektor ekonomi di Kota harus dari bidang jasa, karena tidak ada perkebunan, tambang dan lain-lain. Dengan naiknya sektor jasa di Kota Bengkulu, maka ekonomi akan berubah dan angka kemiskinan akan turun," kata Syaiful.

BACA JUGA:Wagub Mian Minta OPD Layani Tim Pemeriksa BPK RI Secara Optimal

Untuk itu pariwisata dan pasar menjadi sektor unggulan bidang jasa yang harus dikembangkan dan ditingkatkan oleh Pemerintah Kota.

"Kota Bengkulu ini mau jual apa selain jasa, untuk itu pariwisata dan pasar dikelola dengan maksimal, Jika pasar tradisional bersih dan tertata, jelas meningkatkan pembeli. Begitu juga dengan kawasan wisata yang tertata, otomatis akan mendatangkan wisatawan. Jika wisatawan ramai, maka geliat ekonomi tumbuh," jelas Syaiful.

Dengan banyaknya kunjungan orang dari luar Kota Bengkulu, otomatis hunian di sektor perhotelan akan hidup, sektor kuliner akan ramai, dan dari sana akan jadi sumber pendapatan bagi Kota Bengkulu.

"Kalau orang ramai datang, sudah tentu dari sektor hotel dan kuliner ramai. Agar orang tersebut datang, maka harus ada yang dijual dulu di Kota Bengkulu. Untuk itu sektor pariwisata ditingkatkan," tambah Syaiful.

Syaiful menegaskan kepada oknum dan pihak, seperti pemilik  akun TikTok @ahmadkhanifullahnurman untuk mengubah pola pikir sebagai orang yang visioner.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait