Mitos Hujan Panas, Konon Katanya Manusia Menikah dengan Jin, Benarkah?
--
NASIONAL, RBTV.DISWAY.ID - Kekayaan budaya tak selalu mengenai bangunan bersejarah, namun bisa juga berupa kepercayaan. Seperti halnya mitos.
Di Indonesia, mitos adalah salah satu bagian dari kekayaan budaya. Setiap daerah di Indonesia bahkan memiliki cerita-cerita yang diwariskan secara turun-temurun, yang sering kali penuh makna dan nilai kehidupan.
Uniknya, mitos di Indonesia tidak hanya mengandung unsur mistis, namun juga menjadi refleksi kepercayaan dan pandangan hidup masyarakat setempat. Salah satunya adalah mitos hujan panas adalah pertanda ada yang menikah dengan jin.
Kepercayaan ini banyak ditemukan di pedesaan, terutama di kalangan masyarakat Jawa, yang menganggap bahwa hujan panas merupakan pertanda adanya pernikahan antara makhluk halus.
BACA JUGA:5 Mitos Mengenai Katak di Seluruh Dunia, Salah Satunya Ada di Cerita Film Disney!
Entitas gaib seperti jin atau lelembut diyakini sedang melangsungkan pesta atau perayaan di alam mereka, dan cuaca yang tidak biasa ini dianggap sebagai manifestasi dari peristiwa tersebut.
Tak hanya itu, sebagian besar masyarakat Jawa juga ikut mempercayai bahwa hujan yang turun saat cuaca panas adalah tanda Kuntilanak atau Wewe Gombel sedang melahirkan.
Dalam mitos ini, tetesan air hujan diibaratkan sebagai air ketuban dari makhluk halus tersebut yang pecah, sehingga anak-anak sering dilarang keluar rumah karena ketakutan akan hal ini.
Apakah mitos ini hanya berlaku bagi masyarakat Jawa saja? Tentu saja tidak, hujan saat cuaca panas juga memiliki mitos tersendiri di wilayah Sumatera.
BACA JUGA:Katanya Cegukan Bisa Hilang Jika Terkejut, Mitos atau Fakta?
Beberapa masyarakat di Sumatera juga mempercayai jika fenomena ini adalah sebagai tanda harimau jadi-jadian sedang mengasah taringnya.
Mitos ini berkembang dengan cerita bahwa harimau tersebut siap menculik anak kecil yang bermain ke hutan saat hujan panas tiba-tiba turun.
Kemudian, di beberapa wilayah Jawa, juga mengenal jika hujan panas juga disebut dengan hujan monyet.
Istilah ini menggambarkan suasana yang aneh dan lucu, namun tetap dipercaya membawa pesan dari alam atau sebagai tanda gaib. Kepercayaan ini menambah dimensi unik pada interpretasi masyarakat terhadap fenomena alam tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


