Iklan RBTV

Luar Biasa! China Temukan Harta Karun Cadangan Emas di Bawah Laut, Jadi yang Terbesar di Asia

Luar Biasa! China Temukan Harta Karun Cadangan Emas di Bawah Laut, Jadi yang Terbesar di Asia

Cadangan emas--

NASIONAL, RBTV.DISWAY.ID – Informasi berikut menarik diketahui, karena akan mengupas tuntas mengenai tambang emas bawah laut di China.

Seperti diketahui, bahwa negeri Tirai Bambu ini dikenal luas sebagai salah satu negara terkemuka di dunia dalam bidang teknologi. 

BACA JUGA:Buat 7 Tahun ke Depan, Ini 5 HP Awet dengan Spesifikasi Kencang

Serta, Negeri tirai bambu ini juga dinobatkan sebagai pemilik tambang emas terbesar di dunia. Yakni dengan total produksi mencapai 380 metrik ton setiap tahunya.

Terbaru, China menjadi sorotan dunia. Hal itu setelah mengklaim sudah berhasil menemukan cadangan emas bawah laut pertama terbesar di Asia.

Diketahui bahwa tambang emas tersebut berlokasi ddi lepas pantai Laizhou, Kota Yantai di Provinsi Shandong.

BACA JUGA:KIP Award 2025, Kabupaten Seluma Sabet Juara 1 Keterbukaan Informasi Publik

Sementara itu, dilansir dari South China Morning Post, bahwa penemuan baru ini menambah total cadangan emas terbukti di Laizhou menjadi lebih dari 3.900 ton atau setara dengan sekitar 137 juta ons emas.

Tentunya itu membuat perhatian publik tertuju ke tambang emas bawah laut ini. Bahakan, angka ini mencakup sekitar 26 persen dari total cadangan emas nasional China.

Dengan demikian, menjadikan Laizhou sebagai wilayah dengan cadangan dan produksi emas terbesar di seluruh negeri.

Walaupun begitu, pihak berwenang belum mengungkap ukuran pasti dari cadangan emas bawah laut tersebut. 

BACA JUGA:Jelajah Fitur dan Keunggulan Layar Luas Tablet Infinix XPAD 20

Diketahui jika pada bulan November lalu, pemerintah mengumumkan penemuan deposit emas berskala super besar berkadar rendah sebesar 1.444 ton di Provinsi Liaoning, timur laut China.

Bahkan, Kementerian Sumber Daya Alam China menyebutnya sebagai cadangan tunggal terbesar yang ditemukan sejak berdirinya Republik Rakyat China pada 1949.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: