Iklan RBTV

Belum Beroperasi, Gerai Baru Mie Gacoan di Bengkulu Digeruduk Warga

Belum Beroperasi, Gerai Baru Mie Gacoan di Bengkulu Digeruduk Warga

Warga protes dengan kondisi bangunan gerai Mie Gacoan di Jalan P Natadirja Kota Bengkulu--

BENGKULU, RBTVDISWAY.ID – Rencana peresmian cabang baru Mie Gacoan di Jalan Pangeran Natadirja, Kota Bengkulu, diwarnai protes. 

Senin sore (5/1), puluhan warga setempat mendatangi lokasi pembangunan gerai tersebut untuk menyampaikan keberatan mereka terkait konstruksi bangunan dan potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Fokus utama protes warga tertuju pada pembangunan pagar pembatas di sisi kiri dan kanan gerai. Warga menilai tembok yang dibangun sangat membahayakan karena memiliki tinggi yang melebihi atap rumah penduduk di sekitarnya. 

BACA JUGA:Tahun 2025, Kejati Bengkulu Selamatkan Uang Negara dari Korupsi Rp 1,448 Triliun

Warga juga menduga konstruksi banguan tidak menggunakan pondasi cakar ayam yang memadai dan hanya diletakkan di atas permukaan tanah atau digali seadanya.

Kondisi ini memicu ketakutan warga, mengingat Bengkulu merupakan daerah rawan gempa. Warga khawatir jika sewaktu-waktu terjadi guncangan, tembok tinggi tersebut dapat roboh dan menimpa rumah mereka.

Selain masalah keamanan fisik bangunan, warga juga mempertanyakan sistem pengolahan limbah. Mengingat sebagian besar warga di kawasan Jalan Pangeran Natadirja masih menggunakan sumur gali, mereka khawatir kasus pencemaran sumur yang terjadi pada gerai Mie Gacoan sebelumnya akan terulang kembali.

Ketua RT 6, Edi Ichwandi, menyayangkan sikap manajemen Mie Gacoan yang dinilai kurang menjalin komunikasi dengan lingkungan sekitar. Menurutnya, koordinasi seharusnya dilakukan sejak awal sebelum proses pembangunan dimulai agar tidak menimbulkan keresahan.

BACA JUGA:Syarat Gadai SK PPPK Pinjam Uang di Bank: Berapa Minimal Gaji yang Diterima Seorang PPPK?

Menanggapi tuntutan tersebut, Yopi Iskandar selaku perwakilan manajemen Mie Gacoan yang menemui warga berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan ini.

Pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki pondasi pagar serta memastikan hal-hal yang menjadi keberatan warga segera dibenahi sebelum operasional dimulai.

Sementara itu Ketua RW 2, Anwar Afrianto, berharap agar kehadiran gerai kuliner populer ini tidak hanya membawa dampak ekonomi bagi pemiliknya, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. 

Ia meminta pihak manajemen dapat berkontribusi aktif, salah satunya dengan mempekerjakan tenaga kerja dari lingkungan setempat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: