Ini Identitas Mayat Perempuan yang Ditemukan di Kepahiang, Ternyata Warga Rejang Lebong
Terungkap identitas mayat di Kepahiang--
KEPAHIANG, RBTVDISWAY.ID - Identitas mayat yang sempat menghebohkan masyarakat Desa Tertik Kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kepahiang, akhirnya bisa dipastikan setelah berhasil dievakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepahiang, Tim Inafis Polres Kepahiang bersama dengan masyarakat.
Berdasarkan pemeriksaan di RSUD Kepahiang, mayat tersebut adalah Ibnaty Husnaini atau biasa disapa Nini (8) warga Kelurahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah Kabupaten Rejang Lebong.
BACA JUGA:Penemuan Mayat di Aliran Sungai Musi Kepahiang, Diduga Seorang Wanita
Dia merupakan warga Kabupaten Rejang Lebong yang hanyut di saluran irigasi di Kelurahan BTN Air Bang Kecamatan Curup Tengah pada Jumat (9/1) siang.
Disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Kepahiang, Hendra, pihak keluarga korban sudah memeriksa dan memperhatikan kondisi mayat saat di rumah sakit.
Hasilnya, keluarga memastikan jika mayat ini adalah anak yang hanyut 2 hari yang lalu dengan melihat ciri-ciri di tubuh korban dan juga anting-anting yang ada di telinga korban.
"Ya, memang benar korban merupakan warga Kabupaten Rejang Lebong berdasarkan konfirmasi dari pihak keluarga dan juga Basarnas Kabupaten Rejang Lebong yang datang langsung untuk memeriksa jenazah korban," ungkap Kepala BPBD kepahiang.
BACA JUGA:Cara Cari Saldo DANA Gratis Lewat Aplikasi Penghasil Uang, Minimal Tarik 99 Ribu
Kondisi korban sudah membengkak dan nyaris tidak dapat dikenali namun pihak keluarga korban memastikan identitas almarhumah dari ciri-ciri yang ada di tubuh korban dan juga anting-antingnya.
"Pihak keluarga sudah mengakui jika korban merupakan keluarganya yang hanyut pada hari Jumat kemarin, dari ciri-ciri di tubuh dan juga anting-anting korban," lanjut Hendra.
Korban pertama kali ditemukan warga dalam keadaan tengkurap dan mengapung di pinggiran aliran sungai musi di Kecamatan Tebat Karai. Jenazah itu ditemukan mengapung dan tersangkut di sela-sela tumpukan kayu dan bambu.
BACA JUGA:Lirik Lagu ‘Sa Tinggal Pantau’, Apakah Cocok jika Didengarkan Ketika Galau?
"Dalam proses evakuasi tadinya sedikit terkendala dengan jalur yang lumayan ekstrem, namun berkat kerjasama tim gabungan korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa menuju ke rumah sakit untuk kemudian dilakukan autopsi," tandas Kepala BPBD Kepahiang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


