Iklan RBTV

Bedah Kisah Pilu Aurelie Lewat Sampul Buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth

Bedah Kisah Pilu Aurelie Lewat Sampul Buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth

--

NASIONAL, RBTV.DISWAY.ID – Beberapa hari terakhir, dunia hiburan Tanah Air tengah ramai oleh pengakuan jujur dari aktris Aurelie Moeremans melalui memoar digitalnya berjudul Broken Strings.

Buku ini mulai ramai diunduh dan dibaca hampir setiap kalangan usia, bahkan tidak sedikit yang meneritakan isi dari Buku tersebut dalam cerita sosial media mereka.

Buku ini bukan sekadar karya tulis autobiografis, melainkan ruang katarsis bagi Aurelie. Dimana, dalam buku ini ia membuka luka lama yang selama ini sudah bertahun-tahun dipendamnya dengan begitu rapat.

Tak hanya kisah didalam buku tersebut. namun, sampul pada buku berjudul Broken Strings tersebut juga tak kalah menarik. Makna sampul Broken Strings menjadi perbincangan hangat karena dinilai sarat simbol dan emosi.

BACA JUGA:Dibalik Senyum Indah, Begini Duka Batin Aurelie Moeremans Usia 15, Diceritakan dalam “Broken Strings”

Bagi Aurelie, sampul Broken Strings bukan sekadar elemen estetika untuk memperindah tampilan buku digital. Melainkan untuk merepresentasikan bagaimana pengalaman traumatisnya yang belum sempat terucap dengan kata-kata.

Setiap detail visual dirancang sebagai simbol dari trauma, manipulasi, hingga perjuangan panjang untuk merebut kembali kendali atas hidupnya. 

Bahkan, versi pertama sampul buku ini dirancang sendiri oleh Aurelie menggunakan aplikasi Adobe Photoshop. Ini menegaskan betapa personal dan intimnya karya tersebut.

Judul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth merujuk pada senar atau tali yang terputus. Makna ini menjadi inti pesan pemulihan diri yang ingin disampaikan Aurelie.

BACA JUGA:Kejutan Manis dari Honda Scoopy Terbaru 2026, Ini Pesona Skuter Ikonik yang Irit BBM

Tak hanya itu, salah satu elemen paling mencolok pada sampul Broken Strings adalah gambar tangan bertato nama “Aurelie”. Yang mana, tangan tersebut diduga adalah milik sosok yang dia sebut sebagai abuser dalam hidupnya.

Melalui saluran YouTube-nya, Mrs Aurelie, ia mengungkap jika pria tersebut membuat tato namanya di pergelangan tangan ketika dia masih berusia sekitar 15 tahun hingga 16 tahun. 

Jika kita mengira kalau tato tersebut adalah lambang cinta yang tulus. Maka ini salah! Tato tersebut hanyalah sebagai alat manipulasi emosional.

Dari sebuah tato tersebutlah, bahkan pelaku kerap mengancam akan melukai dirinya sendiri dengan memotong nadinya tepat di area tato tersebut. Ancaman semacam ini menciptakan tekanan psikologis mendalam yang menghantui Aurelie di usia yang sangat belia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: