Iklan RBTV

Adilkah? Tragedi Dua Buah Labu Siam Dibayar Nyawa Orang Miskin

Adilkah? Tragedi Dua Buah Labu Siam Dibayar Nyawa Orang Miskin

Tewas dianiaya hanya karena mencuri 2 buah labu siam--

NASIONAL, RBTVCamkoha.com – Hanya karena mencuri dua buah labu siam, berujung meninggal dunia. Inilah yang terjadi pada pria paruh baya asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat berinisial MI (56). Ia tewas setelah diduga dianiaya lantaran mencuri labu siam.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, korban meninggal dunia di rumahnya di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Cianjur, dua hari setelah peristiwa penganiayaan yang dialaminya.

Peristiwa penganiayaan itu bermula ketika MI dipergoki pelaku (UA) tengah mengambil labu siam dari kebunnya. Mengetahui hal tersebut, UA mengejar korban hingga ke depan rumahnya.

Tidak panjang pemikiran, UA memukuli MI yang sudah berusian tersebut menggunakan tangan kosong dan ditendang. 

Dari hasil pemeriksaan luar di tubuh MI, terdapat benjolan di bagian belakang kepala. Luka lecet di dahi, memar di leher dan kelopak mata, memar dan luka lecet di lengan kanan, memar di sikut, memar dan lecet di kaki kanan dan kiri serta lubang hidung terdapat bekas darah.

BACA JUGA:Jadwal Libur Sekolah Lebaran 2026, Siap-siap Libur Panjang

Penyebab MI Mencuri Buah Labu

Tita (43), adik MI menceritakan jika sebelum peristiwa tragis tersebut menimpa sang kakak, ibu mereka sempat meminta ingin makan dengan sayur. Karena tidak memiliki uang, MI kemudian pergi ke kebun dan diduga mengambil labu siam untuk dimasak.

“Labu itu untuk makan emak, emak ingin makan sama sayur. Kakak saya bawa dua biji, baru mau dimasak, (pelaku) datang ke rumah,” ujar Tita.

Tak hanya itu, Tita juga menyebutkan jika selama ini setelah bercerai dengan sang istri MI tinggal berdua dan merawat orang tuanya yang sudah jompo, sementara Tita sendiri tinggal di tempat lain bersama keluarganya.

Sebelum meninggal dunia, MI sempat datang ke rumahnya untuk meminta beras. Namun, Tita justru memberikan nasi beserta lauk pauk agar lebih praktis dibawa pulang.

Pasca kejadian ini, Tita akan mengambil alih tanggung jawab merawat ibunya, Namun, rencananya sang ibu akan dibawa ke Bogor untuk tinggal bersama saudara tertua mereka.

Meski demikian, Tita mengaku tidak menaruh dendam terhadap pelaku. Ia hanya berharap hukum dapat ditegakkan seadil-adilnya dan pelaku menerima hukuman setimpal atas perbuatannya.

BACA JUGA:Jadwal Buka Puasa Bengkulu Hari Ini 5 Maret 2026, Wilayah Ini Lebih Cepat dari Hari Kemarin

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: