Isi Surat-surat RA Kartini, Bukan Sekadar Curhatan Pribadi Semata
--
NASIONAL, RBTVCamkoha.com – Raden Adjeng Kartini (RA Kartini), menjadi salah satu pahlawan nasional Indonesia yang dikenal memiliki pemikiran maju mengenai hak perempuan, khususnya di bidang pendidikan.
Berkat perjuangannya, sosok RA Kartini dikenal luas oleh seluruh golongan rakyat Indonesia sebagai pahlawan perjuangan emansipasi wanita.
BACA JUGA:Gubernur Helmi Hasan: Event Karnaval Batik Internasional Bangkitkan Ekonomi
Kala itu, semasa hidupnya RA Kartini berupaya mendobrak pandangan bahwa perempuan tidak hanya mengurusi urusan domestik: kasur, sumur, dan dapur.
Benar saja, hal tersebut bisa terjadi karena Kartini muda hidup dalam kungkungan budaya Jawa yang menurutnya kolot atau kuno.
Buah manis dari hal tersebut dituangkan dalam perjuangan hingga karyanya tetap abadi hingga kini dan lekang oleh waktu.
BACA JUGA:Begini Cara Membaca dan Menganalisis Tabel Angsuran Pinjaman KUR Rp 100 Juta
RA Kartini banyak menuliskan sebuah surat semasa hidupnya, tepatnya sejak tahun 1889 hingga 1904, Kartini pun mulai aktif menulis.
Ya, “Habis Gelap Terbitlah Terang” merupakan buku kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini.
Adapun isi dari buku tersebut yakni mengenai kumpulan surat R.A Kartini kepada temannya di Eropa. Dalam surat-suratnya, terkandung gagasan-gagasan Kartini yang menjadi cikal bakal perjuangan emansipasi wanita di Indonesia.
Kini, surat-surat RA Kartini resmi diakui sebagai warisan dokumenter dunia oleh UNESCO, dan masuk dalam daftar Memory of the World Register 2025.
BACA JUGA:Alasan Utama Pinjaman Kupedes BRI Jadi Pilihan UMKM, Simak Angsuran Kupedes 1 Juta-20 Juta
Diplomasi Pena: Menggugat Ketidakadilan dari Balik Tembok
Ya, adapun kekuatan utama RA Kartini terletak pada kemampuannya berbahasa Belanda yang sangat fasih, yang ia gunakan untuk melakukan korespondensi dengan sahabat-sahabat penanya di Eropa, seperti Estelle "Stella" Zeehandelaar dan Ny Abendanon.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

