Iklan RBTV

Kenapa Mobil Listrik China Lebih Murah dari Eropa? Ini Alasannya

Kenapa Mobil Listrik China Lebih Murah dari Eropa? Ini Alasannya

--

NASIONAL, RBTVCamkoha.com – Perkembangan industri kendaraan listrik kini semakin pesat, termasuk di Tiongkok, China.

Bahkan, China menjadi salah satu negara dengan pasar otomotif terbesar secara global. 

BACA JUGA:Terapi AI untuk Insomnia: Aplikasi Kesehatan Terbaru untuk Memperbaiki Pola Tidur

Bukan hanya soal penjualan saja, tapi juga produksi bahkan dari segi elektrifikasi, mobil listrik buatan Negeri Tirai Bambu pastinya memiliki harga yang lebih murah dibanding negara lain, termasuk Eropa.

Diketahui, bahwa produk dengan kualitas tinggi, desain inovatif, dan harga kompetitif, membuat merek-merek kendaraan listrik (EV) buatan China, seperti BYD, NIO, Xpeng, Hongqi, dan Lynk & Co, sukses merebut hati dan perhatian semakin banyak konsumen Eropa.

Lantas, mengapa mobil listrik China bisa memiliki harga murah?

BACA JUGA:Ini Jadwal Terbaik Jalan Kaki untuk Turunkan Berat Badan, Bisa Dicoba!

Alasan Kenapa Mobil Listrik China Lebih Murah dari Eropa

Jadi, alasan kenapa mobil listrik China lebih murah dari negara lain termasuk Eropa, karena adanya kebijakan insentif dan subsidi promosi industri yang telah berlangsung selama satu dekade di Beijing, China. 

Dengan demikian, hal itu memperkuat dasar pada sektor terkait. Pada akhirnya, memungkinkan China menjadi pasar kendaraan listrik terbesar di dunia dan mengendalikan rantai pasokan kendaraan listrik global, termasuk bahan bakunya. 

Sedangkan bagi negara lain, baru memulai penetrasi ke industri kendaraan listrik pada era 2000-an.

Kebijakan tersebut, telah melahirkan industri besar, seperti pembuatan baterai kendaraan listrik terbesar di dunia, yaitu CATL dan BYD yang menggantikan Volkswagen sebagai mobil terlaris di Negeri Tirai Bambu pada 2023.

Sedangkan untuk yang paling terkenal adalah Tesla, di mana jenama asal Amerika Serikat ini memiliki pabrik besar untuk memproduksi lebih dari 700 ribu unit kendaraan pada 2022 atau setengah dari total produksi di Negeri Paman Sam.

Selanjutnya, Renault dan BMW juga membuat mobil di China, untuk diekspor.

BACA JUGA:Polda Bengkulu Raih Penghargaan Terbaik Nasional dari Kapolri, Begini Respon Gubernur Helmi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: