Kisah Pejuang Rupiah Penjual Buket, Berangkat Subuh dari Rumah Demi Mengejar Momen
Jejeran penjual buket (pejuang rupiah) di area Kampus IAIN Curup.--
REJANG LEBONG, RBTVCamkoha.com – Ada banyak kisah para pejuang rupiah. Tidak peduli waktu hingga risikonya, demi bisa mendapatkan rupiah, semuanya dikerjakan. Asalkan halal.
Salah satunya kisah para penjual buket bunga. Gambaran perjuangan para pejuang rupiah ini begitu terasa di Kampus IAIN Curup pada Sabtu (9/5). Kebetulan pagi ini ada agenda wisuda mahasiswa.
Sejak pagi hari, di sekitar kampus sudah banyak jejeran penjual buket. Mereka menawarkan berbagai buket, semua ukuran dan corak warna. Mereka, para penjual buket ini tidak sendirian. Ada 10 atau bahkan lebih dari 12 orang.
Semuanya menanti kedatangan pembeli. Dalam benaknya, mereka yakin buket-buket yang indah ini akan laku terjual. Mereka terus berusaha, sembari berharap tuhan memberikan rezeki yang melimpah hari ini.
BACA JUGA:Upgrade Syarat dan Cara Pengajuan KUR BRI Mei 2026 Plafon Rp 45 Juta
Harga yang ditawarkan juga relatif murah dan bervariasi. Mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Semuanya tergantung keindahan, ukuran dan tingkat kesulitan membuatnya.
Ada buket bunga, buket snack, buket uang hingga boneka wisuda. Semuanya bagus-bagus.
Salah satu pedagangnya, Soni Efendi. Dia bukan orang Curup tapi orang Kota Bengkulu. Meski jarak Kota Bengkulu ke Curup cukup jauh, bukan penghalang baginya untuk mencari rezeki.
Sebelum matahari terbit, Soni sudah berangkat dari rumahnya di Kota Bengkulu menuju Curup. Walaupun masih ada rasa kantuk, suasana masih gelap, namun semuanya dia lakoni demi satu hal “rezeki yang halal”.
“Saya memanfaatkan momen wisuda, sudah biasa ke kampus-kampus kalau lagi ada wisuda. Karena ada wisuda di Curup (hari ini) jadi saya berangkat ke Curup,” kata Soni.
BACA JUGA:Simulasi Kredit Mobil Toyota Veloz Bekas, DP Mulai dari Rp 15 Jutaan Angsuran Rp 4 Jutaan per Bulan
Diakui Soni, dia rela berusaha lebih keras saat wisuda karena biasanya ketika momen wisuda penjualannya bisa bertambah 20 hingga 50 persen dibanding hari biasa.
Sedangkan untuk tren penjualannya sekarang, diakui Soni lebih banyak yang suka buket uang dibandingkan buket bunga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

