Program Tanam Kelapa di Bengkulu Selatan Seluas 100 Hektare, Hasilnya Bisa Diekspor
Kelapa Bengkulu Selatan memiliki kualitas yang bagi, bisa untuk ekspor--
BENGKULU SELATAN, RBTVCamkoha.com - Sempat khawatir tak masuk dalam rencana Kementerian Pertanian akibat lahan yang sulit didapat, akhirnya Pemkab Bengkulu Selatan mendapat kepastian lokasi penanaman bibit Kelapa Dalam dari Kementan RI.
Lahan 100 hektare yang menjadi syarat utama pengembangan tanaman niur atau kelapa bisa disiasati melalui beberapa hamparan lahan. Artinya Pemkab Bengkulu Selatan tak perlu membuka lahan baru seluas 100 hektare.
Ketentuannya, Kementerian Pertanian mengizinkan penanaman kelapa di beberapa hamparan.
Hamparan yang menjadi lokasi itu boleh di pekarangan warga, tumpang sari di kebun kelapa sawit maupun tanaman pangan atau di sepadan pantai.
BACA JUGA:Sapi Kurban Presiden Prabowo di Bengkulu Ada yang Seharga Mobil Agya
Bupati Bengkulu Selatan, Rifa'i Tajuddin mengatakan, dirinya sudah mendapat kunjungan dari Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Dirjen Perkebunan Pertanian RI.
Hasil dari pengecekan memang Bengkulu Selatan boleh menggarap di beberapa lokasi untuk memenuhi kuota 100 hektare tanaman Niur.
"Sudah kita siapkan, banyak hamparan, artinya sekarang tinggal persiapan bibit, kita akan gunakan Kelapa Dalam atau Niur asli Manna, untuk dijadikan bibit utama," kata Bupati Rifa'i Tajuddin.
BACA JUGA:Profil Ressa Herlambang, Penyanyi yang Bakal Menghibur Masyarakat Kaur di Festival Gurita 2026
Program ini merupakan salah satu pendorong untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah gempuran kelapa sawit.
Apalagi dari catatan sejarah, Bengkulu Selatan pernah menjadi daerah primadona sebagai penghasil kelapa. Atas dasar inilah Pemkab Bengkulu Selatan mengejar pengembangan program kelapa bisa masuk di Bengkulu Selatan.
Bahkan kelapa atau Niur Bengkulu Selatan memiliki kualitas sangat baik dan masuk kategori untuk diekspor sebagai kelapa kupas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


