Iklan RBTV

Sedang Cari Motor Second? Perhatikan dan Cek Hal-hal Ini Sebelum Beli

Sedang Cari Motor Second? Perhatikan dan Cek Hal-hal Ini Sebelum Beli

Komponen yang harus dicek ketika beli motor second--

NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Agar tidak rugi saat membeli suatu barang, kita harus jeli. Sama seperti ketika kita beli motor second atau bekas.

Motor yang sebelumya dari pemakaian dari orang lain, ketika kita minat untuk membelinya ada beberapa hal yang harus dicek. Jangan sampai kita membeli motor bekas dalam kondisi rusak. 

Salah satu yang harus dipastikan adalah apakah motor tersebut sebelumnya pernah mengalami kecelakaan atau tidak. Benturan yang terjadi akibat kecelakaan dapat mengakibatkan kerusakan pada body ataupun mesin motor. 

Kerusakan body motor memang seringkali bisa disembunyikan dengan modifikasi atau cat ulang, tetapi kerusakan pada rangka atau penurunan performa mesin tidak akan bisa dibohongi.

BACA JUGA:Belum Banyak yang Tahu, Seperti Ini Tips Mengendarai Motor Listrik

Untuk memastikan motor second incaran Anda bebas dari riwayat kecelakaan, perhatikan dan cek hal-hal berikut:

1. Cek area rangka dan body motor

Lihat kelurusan roda, posisikan motor dengan standar tengah, lihat dari depan atau belakang untuk memastikan roda depan dan roda belakang berada dalam satu garis lurus. Jika tidak sejajar, kemungkinan sasis sudah melintir atau bengkok akibat benturan. 

Jika panel body yang renggang, periksa sambungan antar bodi. Motor bekas tabrakan sering memiliki celah panel yang tidak rata atau tidak rapat karena kancing pengait di bagian dalam patah saat benturan. 

Kemudian periksa cat dan dempul rangka. Jika Anda bisa melihat rangka, periksa apakah ada bekas las yang tidak rapi atau permukaan yang tidak mulus yang ditutupi dempul tebal akibat perbaikan sasis. 

2. Cek komponen kaki-kaki dan setang

Segitiga dan sokbreker depan, perhatikan segitiga setang dan sokbreker, apakah posisinya miring, ada bekas las akibat proses pres, atau seal sokbreker sering bocor karena as suspensi tidak lagi center. 

Periksa footstep dan ujung setang. Periksa ujung setang, balancer dan footstep. Bila ada goresan dalam, penyok, atau posisi footstep agak bengkok ke atas, kemungkinan besar motor pernah terseret atau jatuh di kecepatan tinggi.

Pelek peyang, putar roda depan dan belakang, lalu amati apakah ada putaran yang oleng (bergoyang) secara ekstrem ke kiri-kanan, pelek yang peang atau retak biasanya disebabkan oleh benturan keras.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: