Cara Membaca Kode Ukuran Ban Motor Matic, Sport dan Bebek dengan Mudah
Cara mudah membaca informasi yang ada di ban motor.--
NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Saat ingin mengganti ban motor, banyak pengendara yang hanya melihat merek atau pola tapaknya saja. Padahal ada informasi penting yang tercetak di dinding ban yang perlu dipahami agar tidak salah memilih ukuran.
Membaca kode ukuran ban motor sebenarnya cukup mudah jika Anda mengetahui arti setiap angka dan huruf yang tertera.
Sebagai contoh, pada ban motor sering ditemukan kode seperti 110/80-17 M/C 57H, sekilas terlihat rumit, tetapi sebenarnya setiap angka memiliki arti yang jelas.
Angka pertama yaitu 110 menunjukkan lebar tapak ban dalam satuan milimeter (mm). Semakin besar angkanya, semakin lebar permukaan ban yang menempel ke jalan, ban yang lebih lebar biasanya memberikan kestabilan lebih baik saat berkendara.
Selanjutnya, angka 80 setelah tanda garis miring menunjukkan rasio aspek atau profil ban. Angka ini merupakan persentase tinggi dinding ban dibandingkan lebarnya.
BACA JUGA:Cara Supaya Kebagian Insentif Subsidi Beli Mobil Listrik di Tahun 2026
Pada ukuran 110/80, tinggi ban berarti 80 persen dari 110 mm atau sekitar 88 mm, profil ban yang lebih tipis biasanya membuat motor terasa lebih lincah dan responsif saat berkendara.
Kemudian terdapat angka 17 setelah tanda hubung, angka ini menunjukkan diameter velg yang digunakan dalam satuan inci. Ukuran ring 17 umumnya digunakan pada motor bebek dan sport.
Sementara motor matic biasanya menggunakan ring 14, sedangkan beberapa motor matic besar atau maxi scooter menggunakan ring 12 atau 13.
Kode M/C merupakan singkatan dari Motorcycle, yang menandakan bahwa ban tersebut memang dirancang khusus untuk kendaraan roda dua, selain itu Anda juga mungkin menemukan huruf R yang berarti ban radial, yaitu jenis ban yang lebih stabil untuk kecepatan tinggi.
Di bagian akhir terdapat kode 57H, angka 57 merupakan indeks beban yang menunjukkan kapasitas beban maksimum ban. Sedangkan huruf H adalah kode kecepatan yang menunjukkan batas kecepatan aman yang dapat ditangani ban tersebut.
BACA JUGA:Lebih Hemat Mana? Ini Perbandingan Biaya Ngecas Mobil Listrik vs BBM per Bulan
Selain memahami ukuran ban, penting juga untuk mengetahui usia dan kondisi ban. Perhatikan kode produksi berupa empat digit angka, misalnya 1326.
Dua angka pertama menunjukkan minggu produksi, sedangkan dua angka terakhir menunjukkan tahun pembuatan. Ban yang sudah berusia lebih dari lima tahun sebaiknya mulai dipertimbangkan untuk diganti karena kualitas karetnya bisa menurun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

