Iklan RBTV

Libur Sekolah, Waktu yang Tepat Bagi Guru untuk Evaluasi Proses Pembelajaran

Libur Sekolah, Waktu yang Tepat Bagi Guru untuk Evaluasi Proses Pembelajaran

Masa libur sekolah, waktunya bagi guru untuk evaluasi.--

MUKOMUKO, RBTVCamkoha.com - Memasuki satu minggu libur panjang sekolah berjalan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko mengingatkan seluruh tenaga pendidik tetap produktif dengan memanfaatkan waktu libur secara maksimal demi meningkatkan kualitas pembelajaran.

Disdikbud juga menegaskan bahwa meskipun kegiatan belajar mengajar disekolah dihentikan sementara, namun para guru tetap memiliki tanggung jawab profesional untuk melakukan evaluasi serta persiapan pembelajaran ke depan dan tidak menjadikan libur panjang sekolah sebagai alasan berhenti belajar. 

Masa jeda kegiatan belajar mengajar di sekolah justru diminta digunakan untuk refleksi dan peningkatan mutu pendidikan. 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Arni Gusnita, melalui Plt Kasi Kurikulum Slamet Hardoyo. 

BACA JUGA:Kasus Dugaan Korupsi Proyek RTH Mukomuko Bergulir ke Jaksa

Menurutnya, meski aktivitas tatap muka di kelas dihentikan sementara, tanggung jawab profesional guru tidak ikut libur. 

"Libur panjang ini sebaiknya dijadikan momentum bagi guru untuk mengevaluasi capaian pembelajaran yang sudah berjalan. Sekaligus merancang strategi mengajar yang lebih tepat sasaran ketika siswa kembali ke sekolah," kata Slamet Hardoyo. 

Ia menyebut, kualitas rancangan materi ajar yang disiapkan guru akan berdampak langsung pada proses belajar siswa nantinya. Karena itu, periode libur dinilai ideal untuk mengasah kapasitas dan memperbaiki metode pembelajaran. 

Selain guru, Plt Kasi Kurikulum juga menyoroti aktivitas siswa selama masa libur. Ia mengingatkan anak-anak agar tidak sepenuhnya lepas dari rutinitas belajar. 

BACA JUGA:Jumlah Pelaku Pembobol Koperasi Mekar Talo Bertambah, Satu Pelaku Menyerahkan Diri

"Anak-anak diharapkan tetap menjaga kebiasaan belajar. Bisa dengan membaca buku, mengaji, atau membantu pekerjaan rumah tangga. Libur itu bukan berarti tanpa kegiatan, tapi tetap harus ada nilai edukasinya," ujarnya. 

Slamet Hardoyo menekankan peran orang tua menjadi sangat penting saat anak berada di rumah. Kolaborasi antara guru dan orang tua, kata dia, menjadi kunci agar ritme belajar siswa tidak terputus meski tidak berada di sekolah. 

"Harapannya, libur panjang ini tidak membuat semangat belajar menurun. Justru sebaliknya, menjadi ruang yang produktif agar guru dan siswa sama-sama berkembang," tutupnya.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: