Iklan RBTV

BKSDA Provinsi Bengkulu Pasang Perangkap Beruang di Desa Lubuk Sini

BKSDA Provinsi Bengkulu Pasang Perangkap Beruang di Desa Lubuk Sini

BKSDA Provinsi Bengkulu pasang perangkap beruang.--

BENGKULU TENGAH, RBTVCamkoha.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu, akhirnya memasang perangkap hewan buas di areal perkebunan karet, di Desa Lubuk Sini Kecamatan Taba Penanjung Bengkulu Tengah.

Pemasangan perangkap ini dilakukan Kamis (2/7) pagi, pasca kejadian masuknya beruang ke areal perkebunan warga setempat, yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung.

Beruang ini menyerang salah satu petani karet setempat, Rusli (68) pada Selasa (30/6) hingga korban mengalami 35 luka jahit luar dan dalam, lalu mendapat perawatan serius di Rumah Sakit Daerah (RSD) Sungai Lemau.

Kepala Seksi KSDA Wilayah II, Mariska Tarantona yang dihubungi membenarkan pemasangan perangkap besi ini. Hal ini dilakukan pihaknya karena ada laporan yang masuk.

BACA JUGA:Prediksi Spanyol Vs Austria, Siapa yang Bakal Kunci Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026?

"Tim saya turun langsung ke lapangan setelah mendapatkan laporan, hingga memasang perangkap dekat kejadian korban diserang beruang. Untuk umpan dalam perangkap dipasang buah nangka dicampur manis madu," jelasnya.

Kepala Desa Lubuk Sini, Marno, meminta warganya untuk tetap waspada terhadap bahaya beruang liar ini. Selah dipasang perangkap, warga diminta sementara untuk tidak ke kebun terlebih dahulu.

BACA JUGA:Perang Terus dengan Narkoba, Polda Bengkulu Musnahkan Ganja

"Perangkap sudah dipasang oleh BKSDA Provinsi Bengkulu hari ini, hingga warga diminta untuk tetap berhati - hati akan bahaya beruang liar ini. Untuk sementara jangan bepergian ke kebun seorang diri," ujar Marno.

Sedangkan untuk kondisi terkini korban serangan beruang liar, Rusli, telah diperbolehkan pulang oleh tim medis RSD Sungai Lemau.

Korban saat ini sedang melakukan pemulihan pasca operasi luka, di kediamannya Desa Lubuk Sini. Warga setempat dan kerabat pun banyak yang mengunjungi ke rumah korban. 

 

Harri Sutriansyah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: