Kata Ketua DPRD Seluma Terkait Dugaan Pembakaran Mobil di Kediamannya
--
SELUMA, RBTVCamkoha.com - Ketua DPRD Seluma April Yones yang berhasil dikonfirmasi terkait insiden pembakaran mobil di teras toko elektroniknya, akhirnya angkat bicara.
April menyampaikan jika mobil berwarna putih merek Honda HRV bernomor polisi B-3632-BIV tersebut merupakan milik adiknya bernama Budi yang tinggal di Kota Bengkulu.
"Itu mobil adik saya Budi yang tinggal di Kota Bengkulu, mobil itu memang sering dipakai istri saya, kalau mobil saya Toyota Fortuner," ujar April Yones.
BACA JUGA:Super Mudah dan Praktis, Ini Cara Nonton Pertandingan Perempat Final Piala Dunia 2026 di HP
Kasus dugaan pembakaran kendaraan yang terparkir di teras depan toko Iin elektronik tersebut telah membuat gempar warga RT 1 RW 2 Kelurahan Pasar Tais, pada Kamis dini hari (9/6) sekitar pukul 02.30 WIB.
Peristiwa ini terjadi saat April Yones tengah menjalankan tugas Dinas Luar (DL) di Jakarta.
Istri korban, Rika Martini (39), mengaku baru mengetahui insiden tersebut setelah mendapat panggilan telepon dari tetangganya yang melihat kobaran api di teras toko elektronik mereka.
Upaya penyelamatan cepat dilakukan oleh anak tetangga korban yang langsung memadamkan api menggunakan ember berisi air, sehingga kebakaran tidak membesar dan berhasil dicegah.
"Saat terbangun karena telepon tetangga, api sudah berkobar di dekat mobil. Beruntung, anak tetangga bergerak cepat menyiramkan air menggunakan ember, sehingga api tidak sampai melalap habis kendaraan," ujar Rika.
BACA JUGA:Berapa Cicilan Paling Kecil Kupedes BRI Pinjaman Rp 40 Juta? Cek Simulasinya di Sini
Akibat kejadian itu, mobil mengalami kerusakan pada bagian belakang kanan dan ban belakang.
Berdasarkan informasi awal, aksi ini diduga kuat dilakukan oleh dua orang pelaku. Namun, upaya identifikasi visual terkendala akibat rusaknya hardisk sistem CCTV di lokasi kejadian.
Pihak Polres Seluma bersama Tim Inafis kini telah memasang garis polisi di lokasi untuk melakukan olah TKP.
Polisi fokus mengumpulkan sampel material sisa pembakaran serta sidik jari yang ditinggalkan pelaku guna mengungkap motif di balik aksi teror ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

