Iklan RBTV

Murid Demo, Kepala Sekolah dan Guru SMPN 5 Seluma Bakal Dirombak

Murid Demo, Kepala Sekolah dan Guru SMPN 5 Seluma Bakal Dirombak

Wakil Bupati Seluma, Drs. Gustianto--

SELUMA, RBTVCamkoha.com - Menindaklanjuti aksi demonstrasi para siswa SMPN 5 Seluma, Wakil Bupati Seluma, Drs. Gustianto, memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma, berikut Kepala SMPN 5 Seluma dan guru.

Wabup menekankan pentingnya saling menghargai antara kepala sekolah dan guru di SMPN 5. Namun jika tidak ada saling menghargai lagi, ia menegaskan akan merombak total jajaran dewan guru serta Kepala SMPN 5 Seluma. 

Langkah ini diambil sebagai jalan keluar atas aksi demonstrasi yang digelar oleh puluhan siswa sekolah tersebut. Wakil Bupati Seluma Gustianto menyatakan bahwa jika mediasi kedua belah pihak tetap menemui jalan buntu, maka perombakan struktural menjadi solusi terakhir.

BACA JUGA:Hari Pertama Masuk Sekolah, Murid SMPN 5 Seluma Demo Minta Kepala Sekolah Diganti

"Jika dalam beberapa pertemuan sebelumnya tidak ada jalan keluar dan kedua belah pihak tetap bersikeras, solusi satu-satunya adalah perombakan total, baik guru maupun kepala sekolahnya," tegas Gustianto saat dikonfirmasi.

Sikap tegas Wakil Bupati tersebut sejalan dengan pandangan DPRD Kabupaten Seluma. Anggota Komisi I DPRD Seluma, Febrinanda Putra Pratama, menyatakan keprihatinan mendalam dan menilai peristiwa ini sangat mencoreng institusi pendidikan.

Ia mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera mengambil tindakan nyata agar roda aktivitas sekolah tidak lumpuh. 

"Ini sangat memalukan. Diknas harus segera melakukan evaluasi total. Tidak hanya kepada kepala sekolah tetapi juga seluruh dewan guru. Hal ini penting agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal," ujar Febrinanda.

BACA JUGA:Dalam 6 Bulan, 164 Nyawa Melayang Akibat Kecelakaan Lalulintas

Ketegangan di SMPN 5 Seluma terjadi pada Senin pagi (12/6), bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru. Alih-alih memulai proses pembelajaran di kelas, puluhan siswa justru menggelar aksi unjuk rasa spontan di halaman sekolah sesaat setelah upacara bendera selesai.

Aksi ini mendadak viral di media sosial melalui rekaman video yang memperlihatkan para siswa membentangkan karton berisi tuntutan penolakan. 

Perwakilan pengurus OSIS SMPN 5 Seluma, Lena, membenarkan bahwa aksi tersebut murni aspirasi para siswa yang menuntut adanya pergantian pimpinan sekolah.

"Tuntutan utama dari teman-teman adalah meminta agar kepala sekolah kami diganti," ungkap Lena.

Di sisi lain, Kepala SMPN 5 Seluma, Fetry Harneli, memilih irit bicara mengenai aksi penolakan massal anak didiknya. Saat dimintai keterangan, ia menyatakan belum bisa memberikan komentar lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: