Iklan RBTV

Memanas, Kepsek SMPN 5 Seluma Polisikan Oknum Guru yang Diduga Provokasi Murid

Memanas, Kepsek SMPN 5 Seluma Polisikan Oknum Guru yang Diduga Provokasi Murid

--

SELUMA, RBTVCamkoha.comKepala Sekolah SMPN 5 Seluma menempuh jalur hukum dengan cara melaporkan oknum guru yang diduga memprovokasi para murid untuk melakukan demo di hari perdana masuk sekolah tahun ajaran baru 2026/2027.

Kepala Sekolah SMPN 5 Seluma, Fetri Harneli, resmi melaporkan kasus tersebut ke Satreskrim Polres Seluma pada Senin siang (13/7) sekitar pukul 14.30 WIB.

Dihadapan penyidik, langkah hukum ini diambil lantaran Fetri menduga kuat adanya keterlibatan oknum guru di sekolah tersebut.

Oknum guru itu disinyalir menjadi dalang utama yang memprovokasi para siswa untuk menggelar aksi demonstrasi menentang kepemimpinannya.

"Dasar saya membuat laporan ini karena sebagai kepala sekolah, saya merasa nama baik saya dicemarkan. Saya tidak mau hal ini terjadi, apalagi mereka sudah melibatkan anak-anak yang tidak tahu apa-apa," kata Fetri.

BACA JUGA:Bersenjata Lengkap, Polsek Padang Ulak Tanding Jemput Terduga Pelaku Curas di Binduriang

Fetri menuturkan jika selama ini ia diam dan sabar merangkul semua dewan guru. Namun dengan adanya aksi ini, saya tidak bisa terima dan akan terus menempuh prosedur hukum yang berlaku.

Selain dituding menggerakkan massa, oknum guru tersebut juga diduga menginstruksikan para siswa untuk menulis kalimat-kalimat bernada pelecehan dan pencemaran nama baik di atas lembaran karton saat unjuk rasa berlangsung.

"Sepertinya ada provokator. Anak-anak seumuran SMP tidak mungkin bisa membuat kata-kata di luar kendali seperti itu, apalagi sampai tidak memiliki etika," tambahnya.

BACA JUGA:Hari Pertama Masuk Sekolah, Murid SMPN 5 Seluma Demo Minta Kepala Sekolah Diganti

Meski sempat diwarnai ketegangan dan aksi protes dari para murid, pihak manajemen sekolah memastikan bahwa aktivitas akademik di lingkungan SMPN 5 Seluma tidak lumpuh total. 

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti oleh 185 murid baru tetap berjalan kondusif.

Proses belajar mengajar bagi siswa kelas 8 dan kelas 9 pun dilaporkan berlangsung normal seperti biasa.

Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Seluma tengah mendalami berkas laporan tersebut guna menyelidiki lebih lanjut motif serta aktor intelektual di balik aksi demonstrasi massal siswa ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: