Harga Komoditas Karet di Bengkulu Utara Bikin Petani Mulai Cemas
--
BENGKULU UTARA, RBTVCamkoha.com - Harga komoditas karet di tingkat petani di Kabupaten BENGKULU UTARA kembali mengalami penurunan.
Meski penurunannya terjadi secara bertahap, kondisi ini mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani karena berpotensi mengurangi pendapatan dari hasil penjualan karet.
Salah satu petani karet di Kecamatan Arma Jaya, Sukarman, mengatakan harga karet kering dengan kualitas baik saat ini berada di kisaran Rp15.200 hingga Rp15.500 per kilogram.
BACA JUGA:Pemkab Mukomuko Kejar Pemasukan dari Sektor PBB-P2, Target Rp 1,5 Miliar, SPPT Pajak Mulai Disebar
Angka tersebut turun dibandingkan harga sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp16.500 per kilogram.
Sementara itu, untuk karet kualitas sedang, harga saat ini berkisar antara Rp14.300 hingga Rp14.700 per kilogram.
Sebelumnya, komoditas dengan kualitas tersebut masih diperdagangkan di atas Rp15.000 per kilogram.
Menurut Sukarman, penurunan harga tidak terjadi secara sekaligus, melainkan berlangsung secara bertahap dalam beberapa waktu terakhir.
“Kalau turunnya bertahap dalam sepekan ini, gak sekaligus,” ujar Sukarman kepada RBTV, Sabtu (25/7).
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab turunnya harga karet. Sebab, harga jual di tingkat petani sepenuhnya mengikuti fluktuasi harga yang ditetapkan oleh pihak pabrik.
"Kalau penyebab pastinya kami tidak tahu ya. Harga tingkat petani ini mengikuti harga dari pabrik aja. Kalau di pabrik naik, di petani ya naik, sebaliknya juga begitu," ujarnya.
Kondisi tersebut mulai membuat petani khawatir. Pasalnya, sebagian besar petani di wilayah tersebut masih mengandalkan hasil kebun karet sebagai salah satu sumber pendapatan utama keluarga.
“Kalau kami ya harapannya jangan turun lagi lah harganya, kalau turun terus ya berimbas ke pendapatan, sedangkan biaya kebutuhan pada naik,” tandas Sukarman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


