Iklan RBTV

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, Ini yang Perlu Diketahui

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, Ini yang Perlu Diketahui

Apa yang harus Anda tahu tentang musim kemarau?--

NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Musim kemarau tahun 2026 diperkirakan akan berlangsung lebih lama dibandingkan biasanya, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau lebih awal, yaitu sejak April hingga Juni 2026. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran awal musim yang datang lebih cepat dari pola biasanya.

Secara umum durasi musim kemarau tahun ini diperkirakan berkisar sekitar tiga sampai lima bulan, dengan perkiraan tersebut sebagian besar wilayah Indonesia masih akan mengalami musim kemarau hingga akhir September 2026. 

Namun lama kemarau di setiap daerah bisa berbeda-beda, tergantung pada kondisi cuaca dan karakteristik iklim setempat.

Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada periode Juli hingga September 2026. Dari rentang waktu tersebut, bulan Agustus diperkirakan menjadi periode paling kering di banyak wilayah Indonesia.

BACA JUGA:Tarif Iuran BPJS Kesehatan 2026, Segini Besarannya untuk Setiap Kelas

Pada masa inilah intensitas hujan cenderung sangat rendah, bahkan beberapa daerah berpotensi tidak mengalami hujan sama sekali dalam waktu yang cukup lama.

BMKG juga menjelaskan bahwa musim kemarau tahun ini dipengaruhi oleh dinamika iklim yang membuat kondisinya cenderung lebih panjang sekaligus lebih kering dibandingkan rata-rata tahunan. Dampaknya akumulasi curah hujan selama musim kemarau diperkirakan berada pada kategori bawah normal di sebagian besar wilayah Indonesia. 

Dengan kata lain jumlah hujan yang turun diprediksi lebih sedikit dibandingkan kondisi pada tahun-tahun biasa.

Kondisi tersebut tentu perlu menjadi perhatian berbagai pihak, sektor pertanian misalnya, perlu menyesuaikan jadwal tanam dan pengelolaan air agar tanaman tetap mendapatkan pasokan air yang cukup. 

Di sisi lain, masyarakat juga dianjurkan untuk mulai menghemat penggunaan air bersih serta lebih bijak dalam memanfaatkannya selama musim kemarau berlangsung.

Selain itu cuaca yang lebih panas dan kering juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang memiliki vegetasi kering. 

BACA JUGA:Ini 4 Sayuran Penurun Kolesterol, Bikin Tubuh Lebih Sehat

Oleh karena itu masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: