Iklan RBTV

Berapa Lama Usia Pakai HP? Kenali Komponen yang Paling Cepat Rusak

Berapa Lama Usia Pakai HP? Kenali Komponen yang Paling Cepat Rusak

Normalnya berapa lama usia pemakaian Hp?--

NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Masih banyak orang yang menganggap smartphone sebaiknya diganti setiap dua atau tiga tahun, padahal anggapan tersebut sudah tidak lagi sepenuhnya tepat. 

Seiring perkembangan teknologi, kualitas smartphone modern kini jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu. Mulai dari performa prosesor, kualitas layar, hingga dukungan pembaruan sistem operasi yang semakin panjang membuat HP bisa digunakan lebih lama.

Bahkan, jika dirawat dengan baik dengan dukungan pembaharuan sistem operasi dan keamanan yang aman bertahun-tahun, alhasil perangkat tetap aman digunakan mesti tidak lagi tergolong baru, smartphone masa kini bisa bertahan hingga lima sampai enam tahun.

Meski begitu, ada satu komponen yang hampir pasti akan mengalami penurunan kualitas lebih cepat dibanding bagian lainnya, yaitu baterai.

BACA JUGA:Perhatikan Baik-baik, Ini 7 Tanda Kamu Butuh Istirahat dari HP

Simak beberapa hal berikut yang perlu diketahui:

- Baterai menjadi komponen yang paling cepat menurun.

- Smartphone modern umumnya memakai baterai lithium-ion.

- Kapasitas baterai biasanya masih bertahan sekitar 80 persen setelah kurang lebih 500 kali siklus pengisian daya penuh.

- Dalam pemakaian normal, kondisi tersebut biasanya terjadi setelah dua hingga tiga tahun penggunaan.

Ketika kapasitas baterai mulai menurun, daya tahan HP akan terasa lebih singkat. Pengguna mungkin harus lebih sering mengisi daya dibanding saat perangkat masih baru. Kondisi ini sebenarnya merupakan hal yang wajar dan bukan berarti smartphone sudah tidak layak digunakan.

Jika performa HP masih lancar, kamera masih berfungsi dengan baik, dan kebutuhan sehari-hari masih dapat dipenuhi, mengganti baterai sering kali menjadi solusi yang jauh lebih hemat daripada membeli smartphone baru.

Lalu, kapan sebaiknya memperbaiki HP dan kapan harus menggantinya?

Sebagai gambaran sederhana, memperbaiki smartphone masih tergolong ekonomis jika biaya servis tidak melebihi sekitar 50 persen dari harga perangkat saat ini. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: