Jangan Sepelekan Kabut Asap Karhutla, Ini Dampaknya Bagi Kesehatan
Dampak kabut asap saat Karhutla--
NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Karhutla atau kebakaran hutan dan lahan kembali menjadi perhatian pada Agustus 2026, sejumlah wilayah di Kalimantan, Sumatra Selatan, dan beberapa daerah lainnya mulai terdampak.
Selain merusak lingkungan, kabut asap yang muncul juga bisa mengganggu kesehatan, terutama jika seseorang terlalu lama menghirup udara yang tercemar.
Asap karhutla bukan sekadar membuat pandangan menjadi berkabut atau udara terasa pengap. Di dalamnya terdapat berbagai partikel dan zat hasil pembakaran yang dapat masuk ke saluran pernapasan.
Jika paparan terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa menimbulkan masalah kesehatan.
BACA JUGA:Sering Jinjit Kaki? Ini Manfaatnya untuk Tubuh yang Jarang Diketahui
Dampak Kabut Asap Bagi Kesehatan
Lalu, apa saja dampak kabut asap bagi tubuh?
1. Mengganggu pernapasan
Menghirup udara yang dipenuhi asap dapat membuat napas terasa lebih berat, sebagian orang mungkin mengalami batuk, sesak, dada terasa tidak nyaman, atau tenggorokan terasa mengganjal.
Kondisi ini bisa semakin terasa ketika seseorang melakukan aktivitas fisik di luar ruangan.
2. Memicu atau memperburuk asma
Bagi penderita asma dan penyakit paru lainnya, kabut asap perlu diwaspadai.
Partikel dari asap dapat menjadi pemicu kambuhnya gejala, seperti batuk dan sesak napas. Karena itu, penderita penyakit pernapasan sebaiknya lebih membatasi paparan asap selama kondisi udara belum membaik.
BACA JUGA:Jika Tubuh Kekurangan Vitamin C Apa Dampaknya? Begini Penjelasannya
3. Menyebabkan mata dan tenggorokan terasa perih
Tidak perlu menunggu sampai mengalami gangguan pernapasan untuk menyadari bahwa kualitas udara sedang buruk.
Mata bisa terasa pedih, merah, berair, sementara tenggorokan dapat terasa kering atau gatal. Keluhan seperti ini cukup sering muncul ketika seseorang berada di lingkungan yang penuh asap.
4. Meningkatkan risiko ISPA
Paparan udara yang tercemar asap juga dapat meningkatkan risiko munculnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Keluhannya bisa berupa batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga demam.
5. Lebih berisiko bagi kelompok tertentu
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

