Iklan RBTV

Hipotermia: Gejala hingga Tips Menghindari Hipotermia Bagi Pendaki Guning Pemula

Hipotermia: Gejala hingga Tips Menghindari Hipotermia Bagi Pendaki Guning Pemula

Hipotermia, salah satu yang ditakuti para pendaki gunung.--

NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Mendaki gunung tidak hanya tentang mempersiapkan tubuh dan memilih jalur yang akan dilalui. Cuaca yang dingin, angin, serta pakaian yang basah juga harus selalu diperhatikan, terutama oleh para pendaki yang belum terlalu berpengalaman.

Suhu di gunung bisa berubah dengan sangat cepat dan tubuh bisa kehilangan panas lebih cepat ketika berada di lingkungan yang dingin. Oleh karena itu, persiapan sebelum dan selama melakukan pendakian sangat penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Kondisi tersebut bisa membuat tubuh lebih rentan mengalami hipotermia jika tidak diantisipasi dengan benar. Lalu, apa saja yang bisa menyebabkan pendaki mengalami hipotermia dan bagaimana cara mencegahnya?

Kenapa Bisa Mengalami Gejala Hipotermia?

Saat mendaki, tubuh bisa kehilangan panas lebih cepat karena cuaca dingin, angin terangkat, hujan, atau pakaian yang basah. Kondisi itu jadi lebih bahaya jika pendaki menghabiskan terlalu banyak waktu di tempat yang dingin tanpa perlindungan yang memadai.

Selain karena cuaca, kelelahan, makan dan minum yang tidak cukup juga bisa membuat tubuh lebih sulit untuk menjaga suhu tubuh tetap normal. Karena itu, para pendaki pemula harus memperhatikan kondisi tubuh dan perlengkapan yang dibawa saat ingin mendaki sebuah gunung.

BACA JUGA:5 Cara Menjaga Tubuh Tetap Sehat saat Cuaca Panas, Yuk Terapkan!

Tanda-tanda Seseorang Mengalami Gejala Hipotermia

Hipotermia bisa dikenali lewat beberapa perubahan pada kondisi tubuh yang terjadi setelah terlalu lama berada di lingkungan yang cukup dingin. Pada awalnya, tubuh mulai mengalami perubahan untuk menjaga suhu tubuh tetap dalam kondisi normal.

Beberapa gejala yang dapat dialami saaat hipotermia adalah:

- Menggigil, sebagai respons tubuh untuk menghasilkan panas.

- Kulit terasa dingin, terutama ketika tubuh terus terkena suhu yang rendah.

- Tubuh terasa lemas atau sangat lelah, sehingga melakukan aktivitas terasa semakin berat.

- Bicara tidak jelas bisa muncul ketika kondisi mulai semakin buruk.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: