Iklan RBTV

Tips Menjadi Orangtua yang Membuat Anak Lebih Terbuka dan Merasa Aman

Tips Menjadi Orangtua yang Membuat Anak Lebih Terbuka dan Merasa Aman

Pola asuh yang bisa membuat anak terbuka kepada orangtuanya.--

NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Menjadi orangtua yang nyaman bagi anak ternyata bukan selalu tentang memberikan nasihat yang paling tepat atau mengetahui semua jawaban atas masalah anak.

Kadang, yang paling dibutuhkan anak justru sederhana. Orangtua yang mau duduk di sampingnya, mendengarkan ceritanya sampai selesai, dan tidak langsung membuatnya merasa bersalah.

Anak akan lebih mudah terbuka ketika mereka merasa bahwa rumah adalah tempat yang aman untuk bercerita. Tempat mereka boleh melakukan kesalahan, merasa sedih, kecewa, takut, bahkan bingung tanpa langsung dihakimi.

Lalu, apa yang bisa dilakukan orangtua?

1. Menjadi pendengar yang baik

Ketika anak bercerita tentang kesalahan atau masalah yang sedang dihadapinya, usahakan tidak langsung marah, panik, atau menunjukkan kekecewaan. Reaksi pertama orangtua sering kali menentukan apakah anak akan melanjutkan ceritanya atau memilih diam.

BACA JUGA:5 Ide Permainan Seru untuk Anak di Bawah 5 Tahun Tanpa Gadget

Ketika anak sedang berbicara, letakkan sebentar ponsel dan pekerjaan. Tatap wajahnya, dengarkan sampai selesai, dan jangan terburu-buru memotong pembicaraan.

Jangan buru-buru menghubungkan cerita anak dengan pengalaman sendiri. Dengarkan dulu apa yang sebenarnya sedang anak rasakan.

2. Memberikan respon yang bijaksana

Tidak semua cerita membutuhkan nasihat, ada kalanya anak hanya ingin didengarkan. Mereka mungkin belum membutuhkan solusi, apalagi ceramah panjang.

Validasi perasaan anak, ketika anak berkata dirinya kesal atau kecewa, orangtua bisa mengatakan, "Ibu paham kamu pasti kecewa." Setelah emosinya lebih tenang, barulah membicarakan tindakan yang perlu diperbaiki.

Dan ingat, jangan mendidik saat emosi sedang tinggi. Ketika anak melakukan kesalahan, tahan sebentar keinginan untuk langsung memarahi. Beri waktu agar orang tua dan anak sama-sama tenang. Kesalahan akan lebih mudah menjadi pelajaran ketika dibicarakan dengan kepala dingin.

BACA JUGA:Waktu Makan Selalu Jadi Drama? Begini Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: