BGN Coret 1.653 Sekolah Elit dari Daftar Penerima MBG
Ribuan sekolah dicoret dari daftar penerima MBG.--
NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menekankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan benar-benar tepat sasaran. Dengan melakukan pemutakhiran data penerima manfaat program MBG.
Hal ini disampaikan Sudaryono saat menghadiri acara pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi NUSA Tenggara Timur (NTT) periode 2026-2031 yang berlangsung di Aula Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.
Sudaryono menyebut sebanyak 1.653 satuan pendidikan di seluruh Indonesia telah dicoret dari daftar penerima manfaat MBG.
Ia menjelaskan, mayoritas satuan pendidikan yang dicoret ini adalah sekolah swasta elit bertaraf Internasional hingga sekolah yang memiliki kemampuan finansial secara mandiri tanpa bergantung pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
BACA JUGA:Segera Daftar! Bus Harapan Jaya Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Kualifikasinya
Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran bantuan gizi dapat berjalan lebih tepat sasaran serta memenuhi kriteria fasilitas dan regulasi yang ditetapkan. Juga terus melakukan verifikasi secara ketat agar program MBG dapat tepat sasaran.
Sudaryono mengatakan pemutakhiran sasaran tersebut dilakukan BGN bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementrian Agama untuk memperoleh data satuan pendidikan secara menyeluruh.
Pendataan tersebut mencakup lebih dari 580.000 satuan pendidikan di Indonesia, yang terdiri atas sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren, dan satuan pendidikan keagamaan lainnya.
BACA JUGA:Jangan Ketipu, Begini Cara Membedakan Beras Fortifikasi Asli dan Palsu
Dari sejumlah data tersebut, lebih dari 340.000 satuan pendidikan telah mendapatkan layanan MBG. Sementara, sekitar 240.000 satuan pendidikan lainnya masih belum menerima program MBG dan akan menjadi bagian dari tahapan perluasan layanan.
“Lebih dari 340.000 sekolah telah mendapatkan atau dilayani program MBG di sekolahnya artinya masih ada sekitar 240.000 sekolah yang belum menerima program MBG,” ujar Sudaryono.
Ia berharap, layanan tidak hanya memperhatikan jumlah satuan pendidikan yang harus dilayani, tetapi juga mempertimbangkan prioritas dan kondisi masing-masing wilayah.
BGN menetapkan sejumlah wilayah prioritas. Seperti, sekolah yang berada di daerah yang tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) akan didahulukan. Termasuk wilayah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi.
Untuk memperluas cangkupan layanan, BGN akan membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG di wilayah-wilayah prioritas tersebut. Pembukaan dapur MBG akan dilakukan secara bertahap dan terukur.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
