Iklan RBTV

Diduga Putus Obat, ODGJ Mengamuk dan Rusak 3 Rumah Warga di Kepahiang

Diduga Putus Obat, ODGJ Mengamuk dan Rusak 3 Rumah Warga di Kepahiang

Pasien ODGJ mengamuk di Kepahiang--

KEPAHIANG, RBTVCamkoha.com – Warga Desa Westkust Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang, dibuat panik oleh seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang mengamuk di lingkungan tempat tinggalnya.

Dalam kondisi yang diduga dipicu karena sudah lama tidak mengonsumsi obat, pasien tersebut merusak sejumlah rumah warga. Sedikitnya tiga unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

Informasi ini disampaikan Fungsional Pekerja Sosial Ahli Muda Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang, Abdul Fajri. Menurutnya, pasien tersebut merupakan pasien lama yang sebelumnya telah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Bengkulu.

BACA JUGA:Kolaborasi Polda, Pemkot dan REI, Tiga Warga Dapat Rumah Baru

Pasien kemudian dirawat oleh pihak keluarga dan tetap diwajibkan mengonsumsi obat yang diberikan dari RSJKO Bengkulu. Namun, sejak sekitar tahun 2023 hingga 2025, pasien diduga tidak lagi rutin mengonsumsi obat. Saat itu, obat diberikan oleh orang tua kepada pasien untuk diminum, tetapi diduga obat tersebut tidak dikonsumsi.

"Pasien jiwa tersebut mengamuk lantaran sudah putus mengonsumsi obat selama satu tahun ini. Pasca mengevakuasi pasien jiwa, dikatakan Fajri, nantinya akan dilanjutkan pengobatannya di RSJO Bengkulu," ungkapnya.

Bahkan, dalam sekitar satu tahun terakhir, pasien disebut sudah tidak lagi mengambil obat di RSJKO Bengkulu. Kondisi tersebut diduga membuat kondisi kejiwaannya kembali tidak stabil. Saat mengamuk, pasien melempari rumah warga menggunakan batu hingga menyebabkan kaca pecah dan sejumlah bagian rumah mengalami kerusakan.

BACA JUGA:Diduga Rem Blong, Mobil Sayur Masuk Jurang di Liku Sembilan Bengkulu Tengah

Tak hanya merusak rumah warga, pasien juga diduga melakukan kekerasan terhadap ayah kandungnya. Saat berupaya menenangkan anaknya yang tengah mengamuk, sang ayah justru dipukul menggunakan gelas. Akibatnya, kepala korban mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

"Pasien jiwa yang mengamuk ini sudah kita evakuasi dan dilakukan pengobatan ke RSUD Kepahiang, ayahnya ikut menjadi korban amukan, mengalami luka," tambahnya.

Abdul Fajri menjelaskan, pasien terakhir mendapatkan penanganan dari Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang pada 2022. Setelah itu, mulai 2023, perawatan dilanjutkan oleh pihak keluarga. Saat kejadian, warga bersama-sama berupaya mengamankan pasien. Dalam proses tersebut, pasien mengalami luka sehingga kemudian dievakuasi ke RSUD Kepahiang untuk mendapatkan penanganan medis.

BACA JUGA:Kemarau Kian Panjang, BMKG Ungkap Musim Hujan 2026 Mundur dan Lebih Pendek

Setelah kondisi pasien ditangani, Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang berencana melanjutkan proses pengobatan ke RSJKO Bengkulu. Selain itu , dirinya juga mengungkapkan penanganan medis dan pengawasan konsumsi obat dapat kembali dilakukan secara rutin, sehingga kondisi pasien dapat lebih terkontrol dan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Hanya saja, karena tidak mengonsumsi obat selama setahun ini, kemungkinkan menyebabkan pasien jiwa ini kambuh lagi. Setelah dilakukan pengobatan fisiknya di RSUD Kepahiang, kita akan upayakan pengobatannya ke RJKO," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: