Pemkot Bengkulu Gandeng 38 Ormas Perkuat Kolaborasi Pembangunan Daerah
Sinergitas Pemkot Bengkulu dan Ormas.--
BENGKULU, RBTVCamkoha.com - Pemerintah Kota Bengkulu memperkuat sinergi dengan Organisasi Kemasyarakatan (ormas) sebagai bagian dari upaya mendorong percepatan pembangunan daerah.
Penguatan kerjasama tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Organisasi Kemasyarakatan Kota Bengkulu Tahun 2026 yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di Ruang Rapat Hidayah, Kantor Wali Kota Bengkulu, Selasa (6/10).
Rakor yang mengangkat tema “Penguatan Peran Serta Ormas dalam Pembangunan Kota Bengkulu” itu dihadiri Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Yeni Puspita, Kepala Kesbangpol Saipul Apandi, jajaran pejabat Pemkot Bengkulu, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Kepala Kesbangpol Kota Bengkulu, Saipul Apandi mengatakan, keberadaan ormas memiliki peran penting dalam mendukung jalannya pemerintahan sekaligus pembangunan di daerah.
BACA JUGA:Deretan Mobil Bekas Mewah Rp 90 Jutaan, Silakan Dipinang!
Menurut dia, pemerintah membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Tujuan kegiatan ini adalah mensinergikan upaya percepatan pembangunan di Kota Bengkulu dengan memaksimalkan peran ormas dalam pemerintahan yang efektif,” kata Saipul.
Sementara itu, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menekankan bahwa pemerintah tidak dapat menjalankan pembangunan seorang diri. Partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan berbagai kebijakan dan program daerah dapat berjalan sesuai harapan.
BACA JUGA:Pinjam Uang Rp 1,1 Juta di Singa Fintech, Berapa Cicilan per Bulannya? Ini Simulasinya
Dedy mengatakan, pemerintah memiliki kewenangan dalam menetapkan regulasi dan mengelola anggaran, sedangkan masyarakat memiliki ruang untuk ikut mengawasi, memberikan masukan, serta terlibat dalam pembangunan.
“Pemerintah diberikan kewenangan untuk membuat regulasi dan aturan. Masyarakat harus bersinergi dan turut serta mengelola anggaran pemerintah karena di dalamnya terdapat uang rakyat,” ujar Dedy.
Ia menilai Kota Bengkulu memiliki kekuatan sosial yang besar melalui keberadaan berbagai organisasi masyarakat. Karena itu, potensi tersebut diharapkan dapat diarahkan untuk mendukung program pembangunan dan kemajuan kota.
Dalam rakor tersebut, sebanyak 38 organisasi kemasyarakatan dari berbagai bidang turut ambil bagian. Organisasi tersebut berasal dari unsur keagamaan, sosial, kepemudaan dan kelompok masyarakat lainnya.
BACA JUGA:Mau Pinjam Uang Rp 6 Juta di Kredit Pintar, Cek Dulu Simulasi Cicilannya di Sini
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
