Harga TBS Sawit di Bengkulu Utara Periode Akhir Oktober
Harga TBS sawit di Bengkulu Utara--
BENGKULU UTARA, RBTVCamkoha.com - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara menunjukkan pergerakan bervariasi menjelang akhir Oktober 2026.
Setelah mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) mulai melakukan koreksi harga, sementara sebagian lainnya masih bertahan di level tinggi.
Berdasarkan pemantauan harga di sembilan PKS pada 30 Oktober 2026, harga beli TBS tertinggi tercatat sebesar Rp3.200 per kilogram, sedangkan harga terendah berada di angka Rp2.960 per kilogram.
BACA JUGA:Mau Klaim Alat Bantu Kesehatan Gratis dengan BPJS? Begini Caranya
Sejumlah PKS masih mempertahankan harga di atas Rp3.000 per kilogram.
Jika dibandingkan dengan 24 Oktober, pergerakan harga di masing-masing PKS menunjukkan kondisi yang berbeda. Sejumlah perusahaan mengalami penurunan Rp30 per kilogram, sedangkan sebagian lainnya mencatat kenaikan maupun mempertahankan harga sebelumnya.
Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Perkebunan Bengkulu Utara, Safarudin, menjelaskan bahwa perbedaan harga beli TBS di masing-masing PKS salah satunya dipengaruhi tingkat rendemen crude palm oil (CPO) yang dihasilkan dari pengolahan buah sawit.
BACA JUGA:Kilau Emas Perhiasan Hari Ini Redup, Emas 24 Karat Makin Murah
“Yang pertama rendemen CPO. Kalau rendemen tinggi, maka harga tinggi, kalau rendah, maka harga juga rendah,” jelas Safarudin.
Kualitas TBS yang diterima pabrik menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan hasil rendemen. Hal ini juga berkaitan dengan pola budidaya dan pengelolaan kebun yang dilakukan petani.
“Di tingkat petani juga bagaimana saat persiapan lahan sampai perawatan dan panen, itu memengaruhi hasil. Kalau salah memilih bibit misalnya, tidak mengikuti penerapan teknis yang benar, maka hasil akan tidak baik,” tambah Safarudin.
BACA JUGA:Bukan Cuma Cicilan, Ini Biaya-biaya yang Perlu Diperhatikan di BCA Personal Loan
Karena itu, petani diimbau menerapkan praktik budidaya yang baik dan memperhatikan kualitas buah saat panen. Dengan kualitas TBS yang lebih optimal, hasil rendemen diharapkan meningkat sehingga berpotensi memberikan nilai jual yang lebih baik.
“Kalau pola tanam sesuai anjuran, dirawat dengan baik, hasilnya baik, maka hasil untuk penjualannya juga bagus di pabrik,” jelas Safarudin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
