Iklan RBTV

Beras Oplosan Terbongkar, Mentan: Ibarat Beli Emas 24 Karat Tapi yang Diterima 18 Karat

Beras Oplosan Terbongkar, Mentan: Ibarat Beli Emas 24 Karat Tapi yang Diterima 18 Karat

Praktik Beras Premium Oplosan Terbongkar--

NASIONAL, RBTVDISWAY.ID – Praktik beras premium oplosan terbongkar, Mentan: ini ibarat beli emas 24 karat tapi yang diterima hanya 18 karat.

Praktik kecurangan beras premium kian menjadi sorotan, setelah adanya investigasi mendalam serta penemuan dugaan pengoplosan beras kualitas rendah yang dibuat dengan kemasan premium.

BACA JUGA:Penting Sekali Dihindari, Ini 7 Gaya Hidup yang Membuat Anda Berisiko Terserang Penyakit Jantung

Kementerian Pertanian (Kementan), Satgas Pangan, dan Bareskrim Polri berhasil membongkar modus culas yang dilakukan oleh sejumlah produsen besar beras premium di pasaran.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengungkapkan bahwa dari investigasi awal terhadap 212 merek beras di 10 provinsi di Indonesia, sekitar 85,6 persen beras yang dijual sebagai beras premium ternyata tidak memenuhi standar mutu Standar Nasional Indonesia (SNI). 

Tak hanya itu, 59,8 persen dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), dan 21,7 persen tidak sesuai takaran berat bersih dalam kemasan.

“Lagi ditangani sama kepolisian ada 212 merek dan perusahaan. Sekarang lagi dipanggil ke Bareskrim,” kata Sudaryono 

BACA JUGA:Kejati Bengkulu RJ Perkara Penyalagunaan Narkotika, Ini Pertimbangan Penghentian Penuntutan

Sementara Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyayangkan sejumlah perusahaan besar terindikasi melakukan praktik pengoplosan beras premium dengan kualitas rendah. 

Dengan kondisi itu, Amran mengibaratkan beras premium oplosan tersebut seperti membeli emas 24 karat namun yang diterima hanya 18 karat.

Praktik ini diketahui usai dilaksanakannya investigasi oleh Kementerian Pertanian di sejumlah wilayah yang menemukan beras bermerek dijual dengan harga premium, namun isinya ternyata campuran dengan beras medium atau tidak sesuai standar mutu beras premium

"Sangat kami sayangkan, sejumlah perusahaan besar justru terindikasi tidak mematuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Masyarakat membeli beras premium dengan harapan kualitasnya sesuai standar, tetapi kenyataannya tidak demikian. Kalau diibaratkan, ini seperti membeli emas 24 karat namun yang diterima ternyata hanya emas 18 karat," ujar Amran dalam keterangan tertulis

BACA JUGA:Siap-siap Kena Hunting, Ini Jenis Pelanggaran yang Diincar saat Operasi Patuh Nala 2025 di Bengkulu Utara

Melansir dari kanal YouTube @Antara News, sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, juga telah mengungkapkan bahwa beras oplosan ini beredar luas, bahkan sampai di rak supermarket dan minimarket, dikemas seolah-olah premium. Namun, kualitas dan kuantitasnya tidak sesuai. 

Disampaikan Mentan, jika ada 10 perusahaan terbesar yang sudah dipanggil oleh Bareskrim, Satgas Pangan. Praktik curang ini diperkirakan telah menyebabkan kerugian masyarakat mencapai sekitar Rp 99 triliun.

BACA JUGA:Kapolda Bengkulu Pimpin Sertijab dan Pelantikan Pejabat Utama Polda Bengkulu

Daftar Merek Beras yang Diduga Oplosan

Berikut adalah daftar 21 merek beras premium yang diduga dioplos dengan beras kualitas rendah:

1. Wilmar Group

- Sania
- Sovia
- Fortune
- Siip (ditemukan di Aceh, Lampung, Sulsel, Jabodetabek, Yogyakarta)

2. PT Food Station Tjipinang Jaya

- Alfamidi Setra Pulen
- Setra Ramos
- Food Station (ditemukan di Aceh, Sulsel, Kalsel, Jabar)

BACA JUGA:Rekomendasi HP 5G yang Punya Fitur NFC dan Kamera OIS Termurah dan Terbaik 2025

3. PT Belitang Panen Raya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: