Target pasar Dell jelas, bukan pengguna umum, melainkan kalangan profesional seperti data scientist, peneliti AI, dan engineer yang mengembangkan model kecerdasan buatan sendiri.
BACA JUGA:5 Komplotan Perampok Beraksi di Rejang Lebong dan Menyekap Pasutri
Spesifikasi Lain Masih Misterius
Uniknya, Dell belum membocorkan detail lain seperti prosesor utama, kartu grafis, atau resolusi layar. Hal ini seolah menjadi sinyal bahwa fokus utama Pro Max Plus bukan pada performa komputasi standar, melainkan kekuatan AI-nya.
Jika kita bandingkan, sebelumnya Microsoft sempat memperkenalkan Surface Laptop Studio 2 dengan akselerator AI.
Namun Dell tampil lebih ambisius dengan menghadirkan NPU diskrit yang benar-benar setara dengan prosesor server untuk keperluan AI.
BACA JUGA:Penyebab Gardan Mobil Berdengung dan Cara Mengatasinya Sebelum ke Bengkel
Alternatif untuk Pasar Lebih Luas
Bagi konsumen yang tidak membutuhkan performa AI ekstrem, Dell juga tetap menghadirkan opsi lain.
Misalnya, Dell 14 Plus yang menggunakan prosesor AMD Krackan Point, dipasarkan dengan harga lebih terjangkau sekitar \$800. Model ini lebih ramah di kantong, sekaligus membuktikan bahwa Dell masih memikirkan berbagai segmen pengguna.
Banyak perusahaan kini berlomba mengembangkan aplikasi berbasis AI, baik untuk analisis data, natural language processing, maupun computer vision.
Kehadiran laptop seperti Dell Pro Max Plus memungkinkan perusahaan menjalankan model AI langsung di perangkat, tanpa harus bergantung penuh pada server cloud.
Selain lebih efisien, ini juga membuka peluang untuk meningkatkan keamanan data, karena proses komputasi dapat dilakukan secara lokal.
Bagaimana penasaran dengan peluncuran resminya di pasaran?
BACA JUGA:5 Komplotan Perampok Beraksi di Rejang Lebong dan Menyekap Pasutri
Sheila Silvina