Lampirkan 1–2 portofolio paling relevan (hindari spam).
Menang dan Menjaga Klien: Workflow yang Bikin Tenang
Kontrak jelas: pilih fixed-price dengan milestone (Brief → Draft → Final) atau hourly dengan pelacakan waktu.
Komunikasi singkat & teratur: kirim update harian/dua harian (bullet point progres + kendala + next step).
Batas revisi & definisi “done”: tuliskan di awal supaya ekspektasi selaras.
Timezone Asia/Jakarta: sepakati jam overlap 1–2 jam dengan klien untuk standup singkat.
Niche yang Sedang “Laku” untuk Freelancer Indonesia
Content & SEO: artikel long-form, product-led content, programmatic SEO.
Desain & Video: landing page konversi, UI kit, short-form video untuk ads/UGC.
Tech: Webflow/Shopify dev, integrasi API sederhana, no-code automation.
Marketing: email flows (Klaviyo/HubSpot), performance creatives untuk Meta/TikTok Ads.
Kuncinya: tampilkan use case spesifik ketimbang label umum (mis. “Desainer” “Figma LP untuk SaaS Trial”).
Fee, Payout, dan Pajak (Ringkas & Aman)
Biaya platform: ada biaya layanan untuk freelancer serta biaya untuk klien. Besaran dapat berubah cek halaman resmi Upwork untuk tarif terbaru.
Penarikan dana: bank lokal, Payoneer, atau PayPal. Perhatikan kurs/biaya agar nilai bersih optimal.
Kepatuhan pajak: simpan invoice & ringkasan transaksi; laporkan sesuai aturan perpajakan Indonesia.