- Gangguan sistem kekebalan tubuh
- Gangguan sistem reproduksi
- Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi abu dan asap
BACA JUGA:Belanja Pegawai Bengkak, Kenaikan TPP PNS Pemkot Bengkulu Dikaji Ulang
Apakah ini tidak mengahwatirkan?
Tentu saja ini akan sangat berbahaya. Apalagi jika yang terpapar asap adalah anak-anak serta ibu hamil.
Namun selain asap, bahaya membakar sampah secara terbuka juga akan menghasilkan residu abu yang dapat mengandung logam beracun, seperti merkuri, timbal, dan arsen.
Karena tidak menyadari potensi bahaya, beberapa orang mungkin akan menguburkan abu sisa pembakaran di tanah, sehingga bisa terserap oleh tanaman sayuran atau buah yang tumbuh di sekitarnya. Akibatnya, manusia bisa ikut terpapar jika mengonsumsi sayuran dan buah tersebut.
BACA JUGA:Soal Stok BBM Kosong di SPBU, Begini Respon Shell Indonesia dan ESDM
Tak hanya pada tanaman, zat berbahaya ini juga bahkan bisa terkandung dalam susu, daging, dan telur dari hewan yang terpapar.
Makanan ini kemudian bisa memengaruhi kesehatan manusia jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Gangguan kesehatan tersebut meliputi:
- Tekanan darah tinggi
- Penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke
- Kerusakan ginjal
- Kerusakan otak
Jadi, ingat ambil lah langkah yang lebih baik untuk menjaga kesehatan lingkungan dan kesehatan fisik kita. Sampah yang bisa didaur ulang bisa dimanfaatkan kembali. Sampah dapur juga bisa dijadikan sebagai pupuk kompos tanaman.
Manfaatkan hal-hal yang bisa dipergunakan kembali untuk diri kita dan alam. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!
BACA JUGA:Menilik Fungsi Rantis Brimob, Barapa Harganya?
Putri Nurhidayati