Pemandangan makin ricuh ketika sebagian massa berteriak “cair, cair, cair” setiap kali melihat orang keluar membawa barang berharga. Di media sosial, beredar pula video warga yang mengambil dokumen pribadi milik Sahroni, termasuk ijazah SMP hingga sertifikat tanah.
Berbeda dengan rumah Eko Patrio, di sekitar kediaman Sahroni sempat ada warga yang mencoba menghalau penjarah.
Mereka berusaha menutup akses jalan masuk agar kerumunan bubar. “Sudah ya… sudah ya… tidak ada lagi yang bisa diambil,” ujar seorang tetangga sembari menghalau massa.
BACA JUGA:10 Ribu Lebih Peserta Jalan Sehat Merah Putih Berdoa untuk NKRI
Akar Kemarahan Publik
Insiden penjarahan ini tidak muncul begitu saja. Ahmad Sahroni sebelumnya membuat pernyataan kontroversial saat kunjungan kerja di Sumatera Utara. Ia menyebut, orang yang ingin membubarkan DPR RI sebagai “orang tolol sedunia.”
Ucapannya menuai kritik keras, terutama di tengah sentimen negatif terhadap kinerja DPR.
Sementara itu, Eko Patrio menjadi sorotan setelah mengunggah video parodi di TikTok pribadinya. Dalam video itu, Eko berakting sebagai disc jockey dengan gaya yang dinilai tidak sensitif terhadap keresahan masyarakat. Meski akhirnya ia meminta maaf melalui akun Instagram, publik terlanjur marah.
BACA JUGA:Polda Jabar Tetapkan Siaga 1, Marak Aksi Demonstrasi Berakhir Ricuh
Situasi makin panas setelah muncul kabar seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan meninggal terlindas kendaraan Brimob saat kericuhan aksi massa.
Peristiwa itu memperkuat gelombang protes dan memperbesar sentimen anti-DPR di kalangan warga.
Peran media sosial terlihat sangat kuat dalam penyebaran informasi terkait penjarahan ini. Video siaran langsung di TikTok dan potongan klip di berbagai kanal membuat kabar penjarahan menyebar cepat.
Akibatnya, semakin banyak warga berdatangan, bukan hanya demonstran tetapi juga masyarakat biasa.
BACA JUGA:Korban Tragedi Hari Bakti Pramuka, Remaja 14 Tahun Hanyut Ditemukan Meninggal Dunia
Sheila Silvina