Napak Tilas Sejarah 6 Senjata Tradisional di Bengkulu, Ini Filosofinya

Minggu 28-09-2025,06:20 WIB
Reporter : Sheila Silvina
Editor : Septi Widiyarti

Sewar memiliki bentuk yang cukup berbeda dari senjata lainnya. Bilahnya runcing di ujung, sedikit melengkung, dan tajam di satu sisi. 

Senjata ini banyak dijumpaidalam seni tari tradisional Bengkulu, sehingga selain sebagai alat bela diri, sewar juga punya nilai estetis.

Di masa lalu, sewar kerap diwariskan dari orang tua kepada anak sebagai pusaka keluarga. 
Kini, selain dipamerkan di museum, sewar juga sering dijadikan properti dalam pertunjukan seni yang menggambarkan keberanian dan ketangkasan.

BACA JUGA:Keliling Desa dan OPD, Kejari Seluma Gencarkan Penerangan Hukum Cegah Korupsi

3. Rodos, Parang Panjang Warisan Leluhur

Jika dilihat sekilas, rodos mirip dengan parang panjang. Bentuknya lurus, bagian belakang sedikit melengkung, dan ujungnya runcing. Senjata ini dibuat dari besi, sedangkan hulu dan sarungnya biasanya berasal dari teras pohon nangka.

Pada masa lalu, rodos digunakan sebagai senjata perang, terutama untuk membacok lawan. 
Namun dalam kondisi tertentu, rodos juga bisa dipakai untuk menusuk. Hingga kini, rodos masih dianggap sebagai peninggalan leluhur yang merekam sejarah perjuangan masyarakat Bengkulu.

4. Pedang, Simbol Kekuatan Prajurit

Pedang tradisional Bengkulu memiliki panjang sekitar 60–75 sentimeter dengan lebar 3–4 sentimeter. Bentuknya sedikit melengkung ke belakang dengan ujung yang tidak terlalu runcing.

Dahulu, pedang digunakan oleh para prajurit untuk melawan musuh atau menjaga keselamatan diri. 

Pedang biasanya diselipkan di pinggang lengkap dengan sarung dan penutupnya. 
Meski fungsinya kini lebih bersifat simbolis, banyak keluarga di Bengkulu yang masih menyimpan pedang sebagai peninggalan nenek moyang.

BACA JUGA:Bupati Bengkulu Utara Siap Dukung Pengelolaan Perhutanan Sosial, Ini Lokasinya

5. Kerambit, Sahabat Para Pesilat

Kerambit adalah senjata mungil namun mematikan. Bentuknya melengkung seperti setengah lingkaran, menyerupai kuku harimau. 

Ukurannya kecil, sekitar 12 sentimeter, sehingga mudah digenggam dan disembunyikan.
Senjata ini erat kaitannya dengan perkembangan ilmu silat di Bengkulu. Hanya orang yang ahli bela diri yang biasa menggunakannya, karna butuh keterampilan khusus untuk memainkan kerambit secara efektif. 

Hingga sekarang, kerambit masih banyak dijumpai di berbagai daerah di Bengkulu dan menjadi identitas budaya masyarakat setempat.

Kategori :