Cantik tapi Beracun, Ini 8 Katak Paling Mematikan di Dunia

Rabu 29-10-2025,19:55 WIB
Reporter : Sheila Silvina
Editor : Septi Widiyarti

6. Yellow-Banded Poison Dart Frog 

Katak dengan nama Dendrobates leucomelas ini sering disebut sebagai bumblebee frog karena warnanya mirip lebah, kuning dan hitam.

Spesies ini hidup di wilayah Amerika Selatan bagian utara seperti Venezuela dan Guyana. Meski tingkat racunnya tidak setinggi golden dart frog, tetap saja berbahaya jika disentuh langsung. 

Katak ini juga terkenal aktif dan vokal suaranya sering terdengar nyaring di hutan lembap tempatnya hidup.

7. Black-Legged Poison Dart Frog 

Jenis Phyllobates bicolor ini dikenal karena kakinya yang berwarna hitam pekat, kontras dengan tubuhnya yang kuning terang. 

Racunnya sangat kuat, dan masyarakat asli Kolombia menggunakan racun katak ini untuk melapisi ujung panah berburu.

Sekali trekena racunnya, sistem pernapasan korban bisa lumpuh total dalam waktu singkat. 
Meski toksinnya sedikit lebih lemah dari golden dart frog, tetap saja cukup untuk membunuh manusia. 
Sayangnya, populasi katak ini terus menurun akibat deforestasi.

BACA JUGA:Jangan Khawatir Tidak Mampu Bayar Angsuran, Segini Bunga Pinjaman KUR BRI Terbaru

8. Kokoe Poison Dart Frog 

Katak Phyllobates aurotaenia ini adalah saudara dekat dari golden dart frog, tapi berukuran lebih kecil. Mereka menghasilkan racun batrachotoxin yang sama berbahayanya.

Katak ini dikenal unik karena suaranya yang terdengar seperti kicauan burung saat memanggil pasangannya.
Namun, racunnya bisa menembus luka atau pori-pori kulit manusia, menyebabkan kejang dan henti napas. Benar-benar mematikan!

Walaupun terlihat menarik dan berwarna cerah, delapan jenis katak ini bukan hewan yang bisa dijadikan peliharaan atau disentuh sembarangan. 

Warna-warna mencolok pada kulitnya justru merupakan tanda peringatan dari alam bahwa mereka beracun.
Beberapa dari mereka bahkan dimanfaatkan suku pedalaman untuk berburu karena racunnya sangat kuat.

Namun kini, banyak spesies katak beracun mulai terancam punah akibat perburuan dan kerusakan habitat.
Jadi kalau suatu saat kamu bertemu dengan katak yang menarik jangan asal semabarangan mendekat ya! bisa jadi itu katak beracun.

BACA JUGA:6,5 Ton Benih dari Kementan, Disalurkan untuk Dukung Cetak Sawah Baru di Pulau Enggano

Kategori :