BACA JUGA:Percaya Tidak Percaya, Ini Sederet Mitos Tentang Cegukan yang Masih Beredar
Oleh karena itu, orang tua zaman dulu sering melarang anak-anak keluar rumah saat hujan panas, khawatir anak bisa sakit, masuk angin, disukai atau diikuti makhluk halus, atau mengalami kejadian ganjil.
Namun terlepas dari mitos, ada juga beberapa kalangan yang mempercayai bahwa hujan panas adalah waktu sakral yang mengaktifkan energi alam dan kekuatan gaib.
Pada saat seperti ini, doa dan niat dianggap lebih cepat terkabul, tempat-tempat tertentu menjadi lebih angker atau kuat auranya, dan praktik spiritual diyakini menjadi lebih berpengaruh.
Bahkan dalam beberapa budaya, hujan panas juga dianggap sebagai hadiah dari dewa atau tanda kesuburan, terutama di daerah-daerah kering dan gersang.
BACA JUGA:Mitos Tanda Garis Leher Menurut Primbon Jawa, Benarkan Punya Daya Tarik Tersendiri?
Mitos ini melihat hujan panas sebagai berkah dan pertanda bahwa tanah akan subur serta panen akan melimpah.
Ada pula kepercayaan bahwa hujan panas memiliki kemampuan membersihkan udara dan membawa kebahagiaan, karena air hujan dianggap memiliki sifat penyucian.
Apapun maknanya, namun hujan panas dapat dijelaskan secara ilmiah, yang mana hal ini disebabkan oleh pembentukan awan hujan lokal yang kecil atau tidak merata, sehingga sinar matahari masih bisa menembus dari sisi lain atau celah-celah awan.
Proses ini sering terjadi karena pemanasan permukaan bumi yang kuat, yang memicu udara hangat dan lembap naik, mendingin, dan membentuk awan konvektif di sore atau malam hari, meskipun pagi dan siang harinya cerah.
BACA JUGA:Cek Fakta dan Mitos Kecoa: Benarkan Kecoa Punya Lidah di Kaki?
(Putri Nurhidayati)