NASIONAL, RBTV.DISWAY.ID - Ada banyak mitos di Indonesia. Kebanyakan berkaitan dengan hewan, salah satunya mitos tentang menabrak kucing.
Banyak orang percaya bahwa menabrak kucing sering kali terkait dengan mitos atau kepercayaan yang beragam, seperti dipercaya dapat menjadi tanda-tanda kesialan atau kejadian mistis.
Seperti diketahui, kucing adalah hewan yang paling digemari dan banyak dipelihara, bahkan menjadi primadona bagi semua pencinta hewan.
Selain tingkahnya yang lucu dan menggemaskan, kucing juga dipercaya bisa mendatangkan rezeki juga keberuntungan bagi pemiliknya.
Lantas, apa mitos menabrak kucing yang masih dipercayai?
BACA JUGA:Ratusan Pelari Siap Ramaikan Glow Run Night RBTV X Polresta Bengkulu, Hadiah Puluhan Juta Menanti
Mitos Tabrak Kucing
Mitos adalah cerita tradisional yang dianggap benar oleh sebagian masyarakat terutama masyarakat zaman dahulu.
Mitos sering kali menjelaskan mengenai asal-usul alam semesta, manusia, dan fenomena alam yang bahkan hingga zaman modern seperti saat ini masih dipercayai.
Versi Primbon Jawa
Berikut beberapa mitos menabrak kucing menurut primbon:
1. Pertanda Akan Jatuh Sakit
2. Wanita Hamil akan Keguguran
3. Ketiban Sial
4. Dihantui Arwah Kucing
5. Bernasib sama Dengan Kucing
BACA JUGA:Dinkes Seluma Buka Suara Soal Balita Asal Talo yang Meninggal Dunia Karena Digigit Anjing Rabies
Di banyak budaya, menabrak kucing khususnya kucing hitam, sering dikaitkan dengan nasib buruk.
Bahkan beberapa orang mempercayai jika kejadian ini bisa saja mendatangkan sial atau hal-hal negatif dalam hidup.
Namun halnya mitos, tentu saja kepercayaan ini ini telah berkembang sejak lama, terutama di negara-negara yang memiliki kepercayaan takhayul yang kuat terhadap hewan tertentu.
Hal ini lantaran di beberapa budaya, kucing dipercaya sebagai hewan yang membawa pesan gaib. Sehingga ketika seseorang menabraknya, maka bisa saja diartikan sebagai gangguan pada keseimbangan spiritual.
BACA JUGA:Ratusan Pelari Siap Ramaikan Glow Run Night RBTV X Polresta Bengkulu, Hadiah Puluhan Juta Menanti
Sementara itu, dalam beberapa tradisi keagamaan, kucing dianggap sebagai makhluk yang harus dihormati.
Oleh karena itu, menabrak kucing bisa dianggap sebagai bentuk kesialan atau ketidakberuntungan karena secara tidak langsung telah mengganggu makhluk yang dianggap memiliki nilai tertentu.
Meski begitu, kepercayaan ini sangat subjektif dan bergantung pada bagaimana seseorang memahami agamanya. Adapun jika dilihat dari sudut pandang rasional, menabrak kucing sebenarnya lebih merupakan kecelakaan yang tidak disengaja dan tidak ada hubungannya dengan keberuntungan atau nasib buruk.
Apa lagi jika kecelakaan semacam ini biasanya terjadi karena faktor-faktor eksternal, seperti kondisi jalan, pandangan yang terbatas, atau perilaku kucing itu sendiri yang tiba-tiba melintas.
Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan bahwa kejadian ini bisa memengaruhi kehidupan seseorang secara supranatural.