NASIONAL, RBTV.DISWAY.ID – Artikel berikut ini menarik untuk diketahui, terlebih lagi bagi kamu pengguna layanan Shopee PayLater.
Di Indonesia, penggunaan layanan buy now, pay later (BNPL) atau paylater terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Bagaimana tidak, kemudahan akses dan fleksibilitas pembayaran yang ditawarkan menjadi daya tarik utama bagi konsumen.
Sebenarnya, paylater merupakan layanan untuk menunda pembayaran atau berhutang dan wajib dilunasi di kemudian hari.
Jadi, dengan layanan ini, seseorang bisa membeli barang tanpa harus membayar langsung namun sebagai gantinya harus membayar tiap bulan beserta bunganya.
Jika telat bayar paylater, risikonya meliputi denda dan bunga yang terus bertambah, penurunan skor kredit yang bisa memengaruhi akses kredit di masa depan, pembatasan fitur aplikasi, hingga kemungkinan ditagih oleh debt collector (DC). Ada juga risiko akun diblokir dan potensi masalah finansial lebih lanjut jika utang menumpuk.
Maka dari itu, penting untuk mengetahui simulasi angsuran Shopee PayLater. Tujuannya agar kamu tidak macet dalam pembayaran tiap bulan.
BACA JUGA:Pinjaman KSM Mandiri November Rp 55 Juta, Solusi Pinjaman Tanpa Agunan dan Cicilan Ringan
Simulasi Perhitungan Tagihan Shopee PayLater
Untuk diketahui, ketika kamu betransaksi menggunakan Shopee PayLater akan dikenakan bunga cicilan minimal 2,95%.
Jadi, bunga tersebut berlaku untuk program “Beli Sekarang Bayar Nanti” dengan tenor cicilan 2, 3, 6, dan 12 bulan. Cara menghitung bunga Shopee PayLater sebenarnya cukup mudah, berikut simulasi perhitungannya:
Anda membeli barang seharga Rp1.500.000, maka bunga Shopee PayLater yang dibayarkan sebesar Rp1.500.000 x 2,95% = 44.250 per bulan.
Berikut ini adalah simulasi besar cicilan Anda sesuai tenor pinjaman:
- Cicilan 1x = Rp1.500.000 + Rp44.250 = Rp1.544.250
- Cicilan 2x = (Rp1.500.000 : 2) + Rp44.250 = Rp794.250