Untuk bahasa menagih utang via WA yang kamu lakukan adalah basa-basi dan tetaplah penuh keakraban. Dengan cara ini kamu tidak menyinggung perasaan orang tersebut.
Kekeluargaan saat bercakap-cakap di WhatsApp memang harus dijaga membuat suasana tidak kaku dan akrab, seperti, "Assalamualaikum." Setelah percakapan berjalan dengan baik dan akrab penuh kekeluargaan, persahabatan, saatnya kamu mencoba melakukan percakapan topik-topik yang lain, yaitu kebutuhan sehari-hari.
Kebutuhan sehari-hari makin meningkat untuk membayar tagihan rumah dan lainnya menjadi alat bagi anda untuk memancing agar segera dibayar utang.
BACA JUGA:Kisah Tragis Percintaan Cleopatra, Mirip dengan Kisah Romeo dan Julia
Ceritakan pula kondisi keuangan kamu. Seusai bercerita panjang lebar, saatnya kamu beraksi untuk menanyakan uang yang dipinjamkan yang bersangkutan. Ketika bertanya soal utang piutang tersebut bisa dibicarakan secara perlahan-lahan dengan gaya bahasa yang halus, nada bicaranya sedikit bercanda supaya suasana tetap akrab.
Ada beberapa chat untuk menagih salah satunya, "Besok ada tagihan rumah yang sudah jatuh tempo. Aku bisa ambil uang yang ada di kamu entar ambil kapan. Please, saya lagi butuh banget!!" Jika balasannya, "Waduh bro, saya belum ada uang." Balas, "Jadi kapan kamu ada uangnya?" Intinya kamu harus pastikan kapan dia bisa bayar.
BACA JUGA:Mengungkap Rahasia Kecantikan Ratu Cleopatra, Semua Bahannya Ada di Sekitar Kita
Jangan sampai dia menggantungkan dalam waktu yang tidak pasti. Harus jelas tanggal, bulan, dan tahunnya. Kalau waktu itu sampai, kamu bisa menagihnya lagi. Kamu juga bisa ketik "Bro, saya juga lagi butuh uang untuk biaya sakit ortu saya," atau berikan alasan krusial lain. Kalau dia sampai blok kontak WA-mu, saatnya kamu bertindak, seperti cara di atas.
Tim liputan