Katanya Orang yang Koma Sedang Menjelajah Dunia Lain, Benarkah?

Sabtu 06-12-2025,00:59 WIB
Reporter : Sheila Silvina
Editor : Septi Widiyarti

- Bertemu keluarga yang telah meninggal

- Merasakan tubuh melayang

- Seolah berada di tempat lain yang terasa nyata

Fenomena ini oleh ahli saraf disebut sebagai pengalaman mendekati kematian (Near Death Experience/NDE). Namun, pengalaman ini sering dipicu oleh otak yang berusaha bertahan hidup dalam kondisi ekstrem bukan karena roh benar-benar pergi ke dunia berbeda.

Pada fase antara hidup dan mati, otak bisa menghasilkan gambaran halusinasi yang terasa nyata, akibat aktivitas listrik yang masih tersisa.

BACA JUGA:Advantages and Disadvantages of Gypsum Walls

Pengaruh Keyakinan dan Budaya

Kepercayaan spiritual sangat memengaruhi cara seseorang menafsirkan pengalaman dalam koma. Dalam beberapa budaya:

- Koma dianggap sebagai perjalanan jiwa

- Pasien diyakini sedang berada di ambang dunia lain

- Jika kembali sadar, berarti “belum waktunya pergi”

Mitos ini menyebar karena kondisi koma memang tampak seperti tidur panjang yang tidak berujung, membuat banyak keluarga mencampurkan harapan dengan keyakinan spiritual mereka.

BACA JUGA:Tangani Stunting dan Gizi Buruk, Kemenkes RI Salurkan Bantuan Susu Formula ke RSUD Kepahiang

Setelah sadar, otak pasien mungkin mencoba menyusun kembali ingatan yang kacau selama koma. 
Proses ini bisa menciptakan cerita seperti mimpi panjang yang sulit dibedakan antara nyata atau tidak. Obat-obatan, trauma otak, dan stres juga berperan dalam menciptakan halusinasi.

Itu sebabnya, pengalaman yang diceritakan pasien setelah sadar bersifat subjektif, bukan sebuah fakta medis.

Koma bukan sekadar tidur panjang, melainkan pertarungan otak untuk bertahan hidup.
Dan bagi keluarga, setiap detik menunggu bisa menjadi sebuah doa agar keajaiban itu datang kembali. 

BACA JUGA:Petani di Seluma Sumringah Dapat 11 Unit Traktor dan 4 Unit Rotavator dari Kementan RI

Sheila Silvina

Kategori :