BENGKULU UTARA, RBTV.DISWAY.ID - Peristiwa kebakaran rumah kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara.
Kali ini, satu unit rumah milik warga Desa Padang Kala, Kecamatan Air Padang, mengalami kebakaran pada Selasa dini hari, 27 Januari 2026, sekitar pukul 04.10 WIB.
BACA JUGA:Pemandian Lubuk Kebur Viral, Begini Kata Bupati Seluma Teddy Rahman
Kapolsek Lais, Iptu Deni Mashuri, menjelaskan bahwa kebakaran tersebut menimpa rumah milik seorang warga bernama Rasiana (55), seorang petani yang berdomisili di Desa Padang Kala.
“Berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula saat korban terbangun karena merasa kepanasan. Saat terbangun, korban melihat api sudah menyala di dalam kamar tidur,” ujar Iptu Deni Mashuri, Selasa (27/1/2026).
Melihat kobaran api, korban kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan tersebut segera berdatangan dan berupaya memadamkan api secara manual. Api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke seluruh bagian rumah.
BACA JUGA:Cegah Penyimpangan, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Minta Pendampingan BPKP RI
Dari hasil pemeriksaan sementara di lokasi kejadian, api diketahui berasal dari kamar tengah rumah korban. Dugaan sementara, penyebab kebakaran akibat korsleting arus listrik.
“Dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Api cepat membesar karena membakar kasur dan pakaian yang mudah terbakar,” jelas Kapolsek.
Akibat kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa. Namun, korban mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Sejumlah barang yang terbakar di antaranya satu kamar tidur, satu set tempat tidur atau kasur, lemari pakaian, serta peralatan elektronik berupa televisi dan kipas angin.
BACA JUGA:Konsisten Dorong Kemajuan Ekonomi Desa, BRI Raih Penghargaan pada Puncak Hari Desa Nasional 2026
Polsek Lais bersama jajaran Polres Bengkulu Utara telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencatat identitas korban dan saksi, serta memastikan kondisi lokasi dalam keadaan aman dan kondusif.
“Kami telah melakukan olah TKP dan saat ini masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran,” tutup Iptu Deni Mashuri.
BACA JUGA:Dugaan Korupsi Pertambangan Rp 1,8 Triliun: ASN Kementerian ESDM Sebut Ada Kongkalikong Dokumen RKAB
(Novan Alqadri)