NASIONAL, RBTVDISWAY.ID - Seringkali apa yang dianggap menjijikkan oleh manusia, justru menyimpan rahasia besar yang tak terduga.
Siapa sangka, jika di balik sayap kecil seekor lalat yang kerap kita usir karena menjijikkan, tersimpan sebuah paradoks medis yang telah menjadi perdebatan selama belasan abad. Pernahkah Anda mendengar hadis Nabi tentang lalat?
Melansir dari laman TikTok @Batamdrivers, ada sebuah hadis yang diriwayatkan Nabi yang meminta para sahabatnya untuk menenggelamkan lalat apabila jatuh ke dalam air minum, dan kemudian membuang lalat tersebut. Hadist tersebut berbunyi:
حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلاَلٍ، قَالَ حَدَّثَنِي عُتْبَةُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ بْنُ حُنَيْنٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم “ إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ، ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ، فَإِنَّ فِي إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالأُخْرَى شِفَاءً ”.
Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Apabila lalat jatuh di minuman seseorang dari kamu hendaklah ia tenggelamkan kemudian buang, karena salah satu sayapnya terdapat penyakit dan sayap lainnya terdapat penawarnya”. (H.R Bukhari No.3320 di kitab Shahih Bukhari).
BACA JUGA:Harga Buyback Emas Antam Naik di Pegadaian Hari Ini Selasa 27 Januari 2026
Hadis itu banyak dibahas, bahkan beberapa diantaranya bertanya, mengapa Nabi Muhammad meminta lalat itu dicelupkan ke dalam air minum, bukankah lalat merupakan hewan yang kerap hinggap di tempat-tempat jorok, sehingga bisa menularkan penyakit?
Ini bukan tanpa sebab dan tanpa alasan, hal ini lantaran hadis tersebut sudah dibuktikan secara ilmiah.
Beberapa tahun lalu, ada tim ilmuwan Australia dipimpin oleh Joan Clark melakukan penelitian. Dan hasilnya, mereka menemukan pada permukaan lalat terdapat antibiotik.
Sama dengan hadis Nabi, hasil penelitian dari Joan Clark juga cukup mengejutkan sekaligus memancing banyak ilmuwan lain untuk melakukan penelitian berikutnya.
BACA JUGA:Buruan Daftar Lowongan Kerja Baznas 2026, Cek Link Daftar dan Persyaratan
Hasilnya menunjukkan fakta lebih rinci bahwa cara terbaik mengeluarkan zat antibiotik pada lalat adalah dengan cara mencelupkannya ke dalam air. Sebab, zat antibiotik tersebut terutama terdapat pada permukaan luar tubuh lalat dan sayapnya.
Setelah penelitian tersebut, seorang dokter dari Rusia kemudian mengembangkan pengobatan baru dengan lalat.
Sedangkan Profesor Juan Alvarez Bravo dari Universitas Tokyo mengisyaratkan pengembangan pemanfaatan ekstrak lalat untuk pengobatan. Fakta ilmiah ini baru terungkap mulai abad ke-20. Sedangkan Rasulullah telah mensabdakannya 13 abad sebelumnya.