Jangan lupa, pastikan bibit yang dipilih mempunyai batang kokoh dan perakaran tidak rusak saat dipindahkan.
Biasanya, bibit sehat akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Dan yang pasti bibit tersebut memiliki potensi lebih besar untuk tumbuh optimal serta cepat menghasilkan buah.
BACA JUGA:Peringati Hari Gizi Nasional, BRI Peduli Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Berbagai Wilayah
2. Persiapan Lahan
Sebenarnya, kondisi lahan ideal sangat mempengaruhi pertumbuhan dan kemampuan berbuah pohon alpukat mentega.
Bahkan, budidaya alpukat mentega membutuhkan pada iklim sedang, tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Serta membutuhkan sinar matahari penuh minimal 6-8 jam per hari untuk fotosintesis optimal.
Tidak sembarangan lahan, karena tanah yang cocok untuk budidaya ini adalah tanah yang gembur, lembap, subur, memiliki drainase baik, kaya unsur hara, dan tidak mudah tergenang air.
Kemudian, memiliki tingkat keasaman tanah (pH) idealnya antara 5,5 hingga 6,5 agar mendukung penyerapan nutrisi maksimal.
BACA JUGA:KUR BRI Dorong UMKM Kabanjahe Naik Kelas, dari Usaha Es Buah Menjadi Laundry Express
3. Penanaman
Sebelum melakukan penanaman, sebaiknya lahan diolah dengan membersihkan gulma dan menggemburkan tanah secara menyeluruh.
Lalu, buat lubang tanam sebaiknya dibuat dengan ukuran 60x60x60 cm dan diberi pupuk kompos atau pupuk kandang yang matang sebelum bibit ditanam.
Kemudian, atur jarak. Adapun untuk jarak tanam ideal antar pohon adalah sekitar 6-8 meter untuk memastikan setiap pohon mendapatkan sinar matahari dan nutrisi yang cukup tanpa saling berebut.
Ketika menanam, jangan lupa pastikan titik sambung bibit okulasi tidak tertimbun tanah untuk menghindari tumbuhnya akar dari batang atas.
Nah, jika bibit sudah dimasukkan ke dalam lubang, maka timbun dengan campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam padi, lalu sirami secara rutin.
4. Penyiraman