Kadar emas diukur dalam satuan karat, mulai dari 1K hingga 24K (emas murni). Jadi, semakin tinggi kadar karatnya, maka semakin murni emas tersebut.
6. Bersifat padat dan tenggelam dalam air
Jika emas tersebut asli, maka ia memiliki massa jenis yang tinggi. Sehingga akan tenggelam jika dimasukkan ke dalam air. Sementara emas palsu atau berlapis emas mungkin akan mengapung atau tidak tenggelam sepenuhnya.
7. Tidak bereaksi dengan asam nitrat atau cuka
Salah satu cara banyak orang mengecek keaslian emas adalah dengan menetesinya dengan cuka atau asam nitrat. Jika emas tersebut asli, maka tidak akan berubah warna. Sebaliknya, jika emas tersebut berubah warna atau bereaksi, maka itu menandakan emas palsu.
8. Meninggalkan bekas gigitan
Untuk jenis emas batangan, bisa dicek dengan cara menggigitnya. Emas murni bersifat lunak dan akan meninggalkan bekas jika digigit. Namun, cara ini tidak efektif untuk perhiasan karena biasanya sudah dicampur logam lain.
9. Mengeluarkan suara dering nyaring
Saat dijatuhkan pada permukaan keras, emas asli akan menghasilkan suara dering yang panjang dan nyaring. Sebaliknya, jika emas tersebut palsu maka cenderung berbunyi pendek dan tidak jelas.
Demikian ulasan cara membedakan antara emas asli dan emas palsu. Namun, jika masih ragu meskipun sudah melakukan cara-cara di atas, maka sebaiknya untuk membawa emas tersebut ke toko emas terpercaya untuk diperiksa secara profesional menggunakan alat khusus.
Semoga informasi ini bermanfaat, ya!
Putri Nurhidayati