BENGKULU, RBTVDISWAY.ID - Melanjutkan rute pelayaran kemanusiaan, Rumah Sakit Terapung Malahayati Minggu sore bersandar di pelabuhan Pulau Baai Bengkulu bersama tim dokter umum dan spesialis, untuk melakukan aksi kemanusiaan di Provinsi Bengkulu.
Rumah sakit terapung Malahayati milik DPP PDI Perjuangan tersebut bersandar dan langsung disambut oleh pengurus DPD PDI Perjuangan Bengkulu seperti Ihsan Fajri, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Sonti Baskara, Edwar Samsi dan beberapa kader PDI Perjuangan yang duduk di kursi parlemen kabupaten seperti Putrado dan lainnya.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Bengkulu, Ihsan Fajri mengatakan rumah sakit terapung Malahayati ini sengaja bersandar di Bengkulu untuk melaksanakan pelayanan kesehatan gratis yang ditargetkan untuk tiga ribu masyarakat Provinsi Bengkulu.
BACA JUGA:Final! April Yones Ditetapkan Jadi Ketua DPW PPP Bengkulu
"Ini sesuai dengan tujuan utama dari rumah sakit terapung ini, selain melakukan pelayanan penanggulangan bencana seperti Aceh dan Sumatera beberapa waktu lalu juga melayani untuk masyarakat umum dan digelar secara gratis yang ditangani oleh tim dokter," kata Ihsan Fajri.
Sementara itu ketua tim dokter rumah sakit Malahayati, dr. Michelle Mailangkai menyampaikan untuk pelayanan kesehatan gratis ini akan dilakukan selama tiga hari khusus Kota Bengkulu dengan ditangani oleh tim dokter sesuai keahlian bidang masing-masing dan rencananya dibagi menjadi dua tempat.
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Hari Ini Minggu 8 Februari 2026
"Kami mengundang untuk seluruh masyarakat yang ingin berobat maupun pemeriksaan untuk datang langsung ke Kapal Malahayati pelabuhan Pulau Baai atau ke DPD PDIP Bengkulu," tuturnya.
Setelah tiga hari ke Bengkulu ini, dr. Michelle Mailangkai menyampaikan saat ini pihaknya tengah mengkaji kemungkinan akan berlayar ke pulau terluar Bengkulu yakni Enggano.
BACA JUGA:PT Socfin Indonesia Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 Analisis, Ini Link Pendaftaran
"Rencana ada ke sana, tapi kami masih melihat petunjuk apakah akan ke sana atau tidak mengingat masih ada rute lain se-Indonesia yang belum kami datangi," tandasnya.
Nico Relius