NASIONAL, RBTVDISWAY.ID - Banyak orang yang menggantungkan modal usaha untuk berkembang dengan mengajukan pinjaman bank. Hal ini tentu saja karena plafon yang ditawarkan umumnya cukup besar dengan tenor yang juga lama.
Namun, bagi para pelaku usaha di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan, tantangan terbesar dalam meminjam modal di bank seringkali bukan pada bunganya, melainkan pada angsuran per bulannya.
Kebanyakan pinjaman konvensional mewajibkan pembayaran cicilan setiap bulan.
Padahal, bagi para petani modal keluar di awal untuk bibit dan pupuk, namun pendapatan baru akan diterima berbulan-bulan kemudian setelah masa panen tiba atau bahkan juga bisa disebut per musim.
Menyadari hal tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui produk Kupedes menawarkan sebuah solusi cerdas yang belum banyak diketahui masyarakat luas, yakni skema bayar angsuran musiman melalui Kredit Unit Pedesaan (Kupedes).
BACA JUGA:Tabel Pinjaman Kupedes BRI 2026 Rp 30 Juta, Berikut Cicilan Per Bulan Selama 3 Tahun
Menghapus Beban Cicilan Bulanan
Prinsip utamanya adalah sinkronisasi antara masa angsuran dengan masa produksi usaha.
Jika biasanya seorang debitur harus memutar otak mencari uang untuk membayar cicilan pada bulan kedua atau ketiga saat tanaman masih hijau di sawah, namun dengan skema ini, beban tersebut akan hilang.
Contoh Petani yang Bisa Bayar Musiman
- Petani Padi atau Palawija
Bisa memilih masa jatuh tempo 3 hingga 4 bulan.
- Peternak Sapi Potong
Bisa menyesuaikan dengan siklus penggemukan hewan ternak.
- Petani Musiman