NASIONAL, RBTVDISWAY.ID - Allah SWT telah mewajibkan setiap umat Islam untuk melaksanakan ibadah puasa. Kewajiban ini ada dalam surah al-Baqarah ayat ke-183.
Allah SWT berfirman: ‘Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.’
Jelas di sana bahwa puasa bukanlah kewajiban yang baru, melainkan sudah ada sebelum Alquran turun. Umat-umat pra-Islam yang bertauhid telah menjalankan puasa sebagai ritual pembersihan diri.
Misalnya puasa Tarwiyah, ini adalah puasa yang dilakukan untuk memperingati kisah ketaatan Nabi Ibrahim as dalam menunaikan perintah Allah, ketika beliau memperoleh mimpi menyembelih Nabi Ismail yang adalah putranya sendiri.
Dalam kisahnya disebutkan bahwa Nabi Ibrahim sangat taat terhadap Allah, bahkan ia telah terbiasa untuk beribadah dengan cara berkurban binatang.
BACA JUGA:Ini Posisi Tidur yang Dilarang Islam, Muslim Harus Hindari!
Setiap musim haji Nabi Ibrahim bahkan akan menyembelih 1000 ekor domba, 100 ekor sapi, dan 10 ekor unta. Hal ini membuat banyak masyarakat yang kagum kepada Nabi Ibrahim.
Hingga suatu ketika, Nabi Ibrahim mengatakan, ‘Apabila Allah memerintahkanku untuk menyembelih anakku, pasti aku akan menyembelihnya.’
Perkataan inilah yang mengindikasikan bahwa Nabi Ibrahim adalah figur yang sangat taat dan rela melakukan apapun yang telah menjadi perintah dari Allah.
Seusai menikah dengan Siti Hajar, Nabi Ibrahim memperoleh anak yang sangat rupawan dan sangat ia cintai bernama Ismail.
Kala itu, Ismail masih kecil, Nabi Ibrahim memperoleh mimpi sebanyak dua kali untuk menyembelihnya, namun hal itu tidak dihiraukan oleh Nabi Ibrahim.
Melalui mimpi keduanya, Nabi Ibrahim mulai berpikir dan mengajak Nabi Ismail dan Siti Hajar untuk berdiskusi bertukar pendapat perihal perintah Allah tersebut.
BACA JUGA:Golongan Orang yang Tidak Wajib Puasa Ramadan, Siapa Saja Mereka?
Momentum Nabi Ibrahim berpikir keras dalam kemelut dan kerinduan seorang nabi kepada Tuhan inilah yang kemudian dikenal dan diperingati dengan puasa tarwiyah yang memiliki arti berpikir-pikir.
Makna Puasa Tarwiyah