3. Penyebab Anak Roleplay di Medsos
dr Lahargo menyebutkan salah satu penyebab anak melakukan roleplay lantaran tidak mendapatkan perhatian yang dibutuhkan di kehidupan nyata.
“Dia sampai mengambil opsi memainkan roleplay di aplikasi (medsos) karena dia sebenarnya tidak mendapatkan apa yang dia butuhkan. Misalnya, anak ini butuh komunikasi, kehangatan, apresiasi, butuh reward atau penghargaan dalam hidupnya. Akhirnya dia mencarinya di tempat lain," jelasnya.
BACA JUGA:Mengerikan, Korban Meninggal Dunia Akibat Gelombang Panas di India Hampir 170 Orang
4. Bisa Bikin Kecanduan
Roleplay yang dilakukan secara berulang ternyata bisa menimbulkan efek adiksi atau kecanduan pada anak. Hal ini karena anak mendapatkan ketenangan dan kenyamanan saat melakukan roleplay tersebut.
“Itu di otaknya akan keluar hormon dopamine yang bikin kenyamanan bagi dia. Dia akan merasa tenang dan nyaman sesaat, tapi ketika sudah menurun dia tidak punya cara lain lagi untuk mendapatkan ketenangan itu selain melakukan hal yang sama, sehingga terjadilah pola perilaku yang berulang-ulang," ungkapnya.
5. Picu Gangguan Kepribadian
Selain gangguan psikologis, bermain roleplay yang terlalu berlebihan di medsos bisa membuat anak tumbuh dengan kepribadian-kepribadian yang negatif.
“Ada gangguan kepribadian borderline, anak ini tidak memiliki citra diri yang baik, emosionalnya labil sekali. Ada yang narsisistik, ingin selalu menjadi paling hebat, paling jago, dan nomor satu. Selanjutnya yakni histrionik, selalu mencari perhatian. Ada yang paranoid, bawaannya curiga terus, takut terus," paparnya.
BACA JUGA:Matahari Buatan China Pecahkan Rekor, Lebih Panas dari Matahari Sebenarnya