Punya Harta Karun Emas Hitam Melimpah, Dunia Dibikin Iri Sama Kalimantan Selatan

Sabtu 28-03-2026,09:02 WIB
Reporter : Putri Nurhidayati
Editor : Septi Widiyarti

Per November 2024, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) kembali mengganti nama perusahaan, dari PT Adaro Energy Indonesia Tbk menjadi PT Alamtri Resources Indonesia Tbk.

Produksi Adaro diproyeksikan mencapai sekitar 64 juta ton pada tahun 2024, serta Luas konsesi ±26.000 ha.

BACA JUGA:Harta Karun Tersembunyi di Sumatera Barat, Ini Daftar Tambang Emas hingga Baru Bara yang Beroperasi

2. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)

PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) adalah emiten batu bara grup Sinarmas yang sebelumnya sempat dikaitkan dengan akuisisi oleh PT ABM Investama Tbk (ABMM). 

Perusahaan ini terus memperkuat kinerjanya dengan fokus operasional di Kalimantan Selatan dan Sumatera, menghasilkan 24,8 juta ton pada semester I-2024 dan meningkat menjadi 38,4 juta ton pada kuartal III-2024. 

Tambang utama: Borneo Indobara (BIB) – Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan; ditambah konsesi di Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Luas konsesi: ±66.204 ha (total seluruh anak usaha)

Produksi 2024: ±50,7 juta ton

BACA JUGA:Jadi Primadona Hidangan, Rupanya Ini 7 Manfaat Bawang Merah Bagi Tubuh

3. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) beroperasi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan, dengan total konsesi tambang mencapai 212.544 hektar. 

Terdapat setidaknya enam anak perusahaan yang mengelola tambang batu bara. Bahkan, perusahaan ini berperan besar dalam produksi batu bara untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan internasional.

4. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

Selanjutnya yakni PT Bukit Asam Tbk mengelola tambang batu bara di Kalimantan Selatan, dengan konsesi seluas 99.085 hektar. 

Perusahaan tersebut telah beroperasi sejak 1950, serta memainkan peranan penting dalam sektor energi. Bukan hanya untuk kebutuhan domestik tetapi juga ekspor ke pasar internasional.

Kategori :