Bengkulu, RBTVCamkoha.com - Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pariwisata memastikan pelaksanaan Karnaval Batik akan digelar pada 18 April 2026 mendatang.
Agenda budaya ini tengah dalam tahap pematangan, mulai dari penyebaran undangan hingga penyusunan rangkaian kegiatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin menyampaikan bahwa konsep karnaval tahun ini akan tampil berbeda dan akan mengusung tema malam hari bertajuk “Glowing in The Dark”.
Para peserta nantinya akan memadukan busana batik dengan permainan lampu, sehingga menciptakan tampilan visual yang menarik dan atraktif.
“Karnaval akan dilaksanakan pada malam hari, jadi konsepnya glowing in the dark. Peserta diharapkan menggunakan lampu-lampu untuk menghidupkan desain busana maupun maskot yang ditampilkan,” ujarnya.
BACA JUGA:Rilis RLPPD 2025: IPM dan Inovasi Pemkot Bengkulu Meningkat
Kegiatan ini direncanakan dipusatkan di kawasan Simpang Lima, tepatnya di Belungguk Point, yang akan menjadi titik utama perhelatan.
Selain menghadirkan peserta lokal, karnaval ini juga akan melibatkan partisipasi internasional.
Pihak penyelenggara mengaku telah menjalin komunikasi dengan sejumlah negara tetangga, serta mengundang para pelajar pertukaran (exchange student) dari berbagai universitas dan sekolah yang ada.
Bahkan, warga negara asing yang sedang berada di Bengkulu juga diharapkan turut ambil bagian dalam memeriahkan acara tersebut.
“Peserta tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari mancanegara, termasuk mahasiswa dan pelajar pertukaran serta warga asing yang berada di Bengkulu,” tambahnya.
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Perbarui Data Penerima BPJS Ketenagakerjaan Nelayan
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Bengkulu juga berencana mengundang Menteri Pariwisata serta Menteri Kebudayaan untuk turut hadir dalam agenda tersebut.
Karnaval Batik ini menjadi salah satu upaya strategis dalam mempromosikan kekayaan budaya daerah, khususnya batik besurek khas Bengkulu agar semakin dikenal luas hingga ke tingkat internasional.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong promosi destinasi wisata serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bengkulu.